Pasar kacamata pintar atau display glasses belakangan ini makin kompetitif, dan Xreal baru saja mengambil langkah strategis yang cukup menarik. Mereka resmi meluncurkan sub-brand baru bernama X by Xreal—atau biasa disingkat XBX. Produk perdana dari lini ini dinamai a01, sebuah kacamata AR yang dipatok dengan harga ramah kantong, senilai $299. Perangkat ini sudah mulai didistribusikan di China dan dijadwalkan tiba di pasar Amerika Serikat sekitar bulan Juli mendatang.
Menariknya, Xreal buru-buru menegaskan bahwa kehadiran sub-brand ini bukan sekadar taktik menjual perangkat murah yang fiturnya dipangkas habis-habisan. Di atas kertas, a01 justru memegang predikat sebagai kacamata display AR paling ringan di pasar saat ini dengan bobot hanya 62 gram. Kinerjanya pun tidak bisa diremehkan; layarnya diklaim sebagai yang paling terang di kelasnya berkat panel Micro OLED berkekuatan 1.600 nits yang sudah mendukung format HDR10. Tingkat kecerahan ini bahkan melompati standar model-model Xreal sebelumnya, sekaligus siap menantang dominasi kacamata budget andalan TCL, yakni RayNeo Air 4 Pro.
Bukan Sekadar Layar Tempel, Ada Fitur Anti-Guncang Pintar
Bagi yang belum familier, kacamata jenis ini pada dasarnya berfungsi layaknya monitor portabel berbasis USB-C yang bisa dipakai langsung di wajah. Namun, yang membuat seri a01 ini berbeda adalah hadirnya algoritma spatial anti-shake baru. Fitur ini dirancang khusus untuk menjaga visual tetap stabil saat pengguna sedang bermobilitas, seperti ketika naik kereta bawah tanah, berada di dalam pesawat, atau saat perjalanan harian. Xreal mengklaim teknologi ini selangkah lebih maju dibanding sistem anti-guncang biasa, karena mampu mendongkrak kejelasan gambar sekaligus meminimalisasi efek buram akibat gerakan bodi kacamata.
Modifikasi Tampilan Sesuai Selera
Dari sisi estetika, a01 membawa pendekatan yang cukup segar lewat desain bingkai depan yang bisa dibongkar-pasang dengan mudah. Pengguna bisa bebas beralih antara mode transparan atau mode imersif yang menutup penuh pandangan dari luar, menyesuaikan dengan pakaian atau gaya personal hari itu. Bahkan, Xreal memberikan ruang bagi para pengulik teknologi (tinkerers) untuk mendesain dan mencetak sendiri aksesori bingkai depan mereka menggunakan printer 3D. Kombinasi bodi berbahan nilon ultra-ringan dan lensa yang tipis membuat kacamata ini tetap mempertahankan kesan premium saat dikenakan, jauh dari kesan ringkih layaknya mainan plastik.
Kompromi di Balik Strategi Sub-Brand
Langkah Xreal melahirkan sub-brand baru ini jelas bertujuan untuk memisahkan segmen pasar ekonomis dari lini produk kelas profesional mereka. Belum lama ini, di ajang Google I/O, perusahaan sempat memamerkan Project Aura—kacamata canggih berbasis Android XR yang dijejali banyak kamera dan fitur tingkat lanjut. Tahun lalu, mereka juga merilis kacamata One Pro dengan harga peluncuran mencapai $650. Jadi, keberadaan XBX menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan fungsionalitas esensial tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Tento saja, dengan banderol $299, ada beberapa spesifikasi yang harus dikompromikan jika dibandingkan dengan model yang lebih mahal seperti Xreal One Pro atau 1S. Sudut pandang (field of view) pada a01 sedikit lebih sempit, berada di angka 50 derajat. Kacamata ini juga belum dilengkapi fitur dimming lens otomatis serta chipset khusus yang berfungsi mengunci posisi layar virtual di satu titik tetap saat kepala pengguna bergerak.
Meski begitu, keunggulan di sektor kecerahan layar, fleksibilitas desain, serta bobotnya yang super ringan membuat a01 tetap menjadi penawaran yang sangat menggiurkan. Menarik untuk ditunggu bagaimana performa aslinya saat ulasan lengkapnya keluar nanti, dan apakah kacamata ini mampu menggeser posisi RayNeo Air 4 Pro sebagai kacamata display portabel terbaik di tahun yang sudah mulai dibanjiri oleh berbagai gawai pintar ini.