Take a fresh look at your lifestyle.

Yuh Sekolah Maning, Asa Baru Bagi Anak Putus Sekolah

195

SLAWI – Yuh Sekolah Maning pendidikan nonformal dan informal, kesetaraan paket A setara SD dan paket B setara SMP diluncurkan Bupati Tegal, Umi Azizah di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tirto Aji, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Rabu (17/7).

Program ini menjadi asa baru bagi anak-anak yang putus sekolah, terutama mereka yang mau melanjutkan tapi terkendala soal biaya operasional ke sekolah, uang saku danjuga perlengkapan sekolahnya.

“Mudah-mudahan dengan berjalannya program ini dan segala kemudahannya, akan memotivasi anak-anak yang sampai saat ini belum mau melanjutkan ke sekolah. Jumlahnya ada sekitar 6.765 anak. Harapannya,ke depan tidak ada lagi anak yang tertinggal pendidikannya,”ungkap Umi Azizah.

Dari 1.137 anak yang menjadi sasaran YuhS ekolah Maning tahun 2019 ini, salah satunya Sri Mulyani (14). Usai menuntaskan pendidikannya di Sekolah Dasar, Sri Mulyani memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya ke SMP karena ketiadaan biaya, sekalipun ada dorongan kuat dari sang nenek agar Sri Mulyani bisa melanjutkan sekolah.

Berkat motivasi seorang tenaga pendidik, gadis yang bercita-cita menjadi guru ini, dipertemukan dengan Program “Yuh Sekolah Maning” dan ia pun bersemangat kembali sekolah tahun ini di PKBM Mahardika, Kecamatan Bojong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,Retno Suprobowati mengatakan, Yuh Sekolah Maning merupakan program Pemerintah Kabupaten Tegal guna meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) pendidikan , yang bertujuan untuk menuntaskan anak putus sekolah dan anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS).

Tahun ini terdapat 341 anak mengikuti paket A dan 796 anak mengikuti paket B. Mereka akan mengikuti pembelajaran di 20 PKBM dan SKB SPNF Negeri.Sebagai peserta Yuh Sekolah Maning, anak putus sekolah itu mendapatkan fasilitas tas, ATK,seragam batik dan uang transport. Uang transport yang diberikan untuk paket A sebesar Rp 500.000 per tahun , sedangkan paket B Rp 600.000 per tahun.“Mereka juga mendapatkan biaya operasional, yang besarnya Rp 970.000 per tahun untuk paket A dan Rp 1.400.000 per tahun untuk paket B,”jelasnya.

Retno menambahkan, pendaftaran APS untuk mengikuti program tersebut tanpa dipungut biaya dan tidak ada syarat harus mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kepala Bidang Pembinaan Paudni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal ,Agus Budiono mengatakan, untuk program ini pihaknya menargetkan 452 anak sebagai peserta paket A dan 917 anak sebagai peserta paket B atau total 1.369 peserta. Setelah dilakukan pendataan ulang , ternyata hanya 1.137 anak yang mau melanjutkan ke pendidikan nonformal atau tercapai 83,05 persen. Pelaksanaan Yuh Sekolah Maning tidak lepas dari peran PC Fatayat NU Kabupaten Tegal , Babinsa, kecamatan dan desa.

Pada acara itu, Bupati sekaligus menyerahkan bantuan penuntasan anak putus sekolah pendidikan kesetaraan paket A setara SD dan paket B setara SMP sebesar Rp 3 miliar,bantuan DAK non fisik pendidikan kesetaraan paket A, paket B dan paket C sebesar Rp 5.855.260.000 serta bantuan DAK non fisik PAUD/TK sebesar Rp 22.499.400.000. Selain itu juga diserahkan tas, ATK dan seragam batik untuk warga belajar APS paket A dan paket B.

(sari/ red38)

BERITA LAINNYA