Take a fresh look at your lifestyle.

Yang Suka Burung Love Bird, Ini Kabar Terbarunya

241

MASYARAKAT Indonesia, dan khususnya masyarakat Kabupaten Tegal agaknya sudah mulai ikut-ikutan latah dengan hal-hal yang lagi booming. Sebelumnya, masyarakat booming dengan batu akik yang harganya bisa miliaran rupiah. Hal itu juga terjadi pada burung love bird yang pernah mencapai harga puncaknya puluhan juta rupiah. Kini, burung yang berasal dari Afrika dengan tubuh mungil dan warna bulunya beragam itu. juga mengalami nasib yang sama.

Burung love bird yang warna hijau atau Green Fischeri bisa mencapai Rp 2 jutaan per ekor. Kini, harganya turun drastis jadi Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per ekor. Tahun 2016, hadir spesies baru Love Bird Biola yang memiliki kepala berwarna merah seperti cabai, dan bersayap hijau, harganya bisa mencapai Rp 30 juta sepasang. Kini, harganya berkisar antara Rp 3 juta dan Rp 5 juta satu pasang.

“Harga burung love bird memang sedang turun saat ini. Tapi, kami yakin harga love bird akan kembali booming,” kata salah satu peternak burung Love Bird asal RT 2 RW 1 Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Acong Mardiono (41), baru-baru ini.

Acong menilai merosotnya harga burung love bird memang sangat berimbas bagi para peternak. Mereka banyak yang gulung tikar. Hal ini setelah harga milet putih atau makanan pokok burung love bird naik. Dari mulai Rp 12 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 20 ribu per kilogram di tingkat pengecer. Milet yang bentuknya seperti biji kecil itu memang bukan berasal dari Indonesia. Kabarnya, makanan itu diimport dari luar negeri. Selain karena harga milet, merosotnya harga burung love bird juga disinyalir karena jumlah peternak semakin banyak, sehingga jumlah burung melimpah di pasaran.

“Jumlah peternak memang banyak. Ada peternak kecil, menengah, dan peternak tingkat atas. Sedangkan yang gulung tikar, mayoritas peternak kecil,” katanya.

Acong memiliki 57 pasang burung love bird berbagai macam jenis. Kendati harga burung cinta itu anjlog, tapi dirinya tidak pernah patah semangat. Bapak dari empat anak ini tetap berternak burung tersebut. Dia yakin, dalam waktu dekat, harga burung love bird bakal naik. Hal itu setelah munculnya berbagai spesies baru. Diantaranya, dun fallow, pale fallow, parblue, dan beberapa jenis lainnya. Dia membeberkan, harga dun fallow saat ini mencapai Rp 250 juta per ekor. Jenis burung itu masih langka.

“Di daerah Tegal baru satu orang yang punya jenis dun fallow. Rumahnya di Kota Tegal,” kata Acong yang merupakan anggota Komunitas Love Bird Indonesia (KLI) Cabang Tegal itu.

Acong mengakui, belakangan ini memang banyak kabar bahwa peminat burung love bird semakin berkurang. Padahal kabar itu salah. Saat ini justru permintaan burung love bird semakin meningkat. Terbukti, konsumen yang datang ke rumahnya, setiap hari selalu ada. Bahkan, Acong tak sanggup memenuhi permintaan dari konsumen.

“Saya kadang sampai kewalahan memenuhi permintaan konsumen. Jadi kalau menurut saya, burung love bird akan tetap eksis,” ujarnya.

Dia menyarankan, bagi para peternak yang ingin tetap bertahan, maka harus selalu berinovasi. Artinya, peternak harus pandai menghasilkan warna burung yang jarang di pasaran, sehingga bisa menjadi trend warna baru.

“Kita harus bisa melakukan kawin silang burung love bird, sehingga warnanya bisa lebih baik, bukan warna sayur,” pungkasnya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA