Take a fresh look at your lifestyle.

Wow, di Brebes Ribuan Nakes Belum Terima Insentif Covid-19

258

BREBES – Meski telah dijanjikan pemerintah, namun kenyataannya ribuan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Brebes hingga kini belum menerima dana insentif Covid-19 yang bersumber dari APBN. Parahnya, mereka belum insentif itu sejak bulan Agustus tahun 2020 lalu.

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat, saat ini APBN masih memiliki tunggakan dana intensif yang belum dicairkan ke pemerintah daerah mencapai Rp 30 miliar. Hal itu berdampak banyaknya nakes di Kota Bawang yang belum menerima dana insentif tersebut.

“Sudah sejak Agustus tahun lalu, kami dan teman-teman nakes lain belum menerima dana intensif Covid ini. Padahal pemerintah sudah berjanji dan telah mengalokasikan anggarannya, tetapi kenyataannya kami yang di daerah belum menerima. Padahal, di rumah sakit kabupaten tetangga, nakesnya sudah menerima,” ujar seorang nakes di salah satu rumah sakit milik Pemkab Brebes yang keberatan disebutkan namanya, Jumat (12/3).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sartono saat dikonfirmasi menjelaskan, intensif Civid-19 bagi nakes tahun 2020 di Brebes, ada dua sumber anggaran.Yakni, dari APBN dan ABPD. Pemkab mengalokasikan dari APBD, karena fakta di lapangan tidak semua nakes mendapat intensif dari APBN. Sehingga nakes yang tidak terkafer APBN itu tetap bisa mendapatkan intensif yang sumbernya APBD. Namun besar intensif yang diterima berbeda dengan APBN, karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Dari APBD ini totalnya mencapai Rp 7 miliar lebih, untuk selama tiga bulan. Yakni April, Mei dan Juni. Kalau APBD ini sudah kami cairkan seluruhnya. Jadi, sudah tidak ada masalah,” ujarnya.

Sedangkan untuk APBN, lanjut dia, pihaknya menerima surat dari pusat, yang intinya diminta mengusulkan anggaran insentif Covid-19 bagi nakes dari bulan Agustus-Desember 2020. Namun faktanya, insentif nakes dari APBN itu sampai sekarang belum turun ke daerah. Bahkan, pihaknya baru-baru ini kembali menerima surat dari pusat, yang intinya untuk tunggakan insentif nakes di tahun 2020 itu diambil dari sumber Dana Alokasi Umum (DAU), yang selama ini diterima masing-masing kabupaten/kota. “Berkas usulan sudah kami kirim lama ke pusat, tetapi faktanya sampai saat ini insensif nakes dari APBN belum turun juga. Bahkan, tunggakan intensif nakes dari APBN ini nilainya mencapai Rp 30 miliar. Ini khusus untuk Brebes saja,” tandasnya.

Sartono mengungkapkan, di Brebes jumlah nakes yang bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah ada sekitar 2.000 orang. Akibat belum turunnya anggaran pusat itu, yang menyebabkan banyak nakes di wilayahnya belum menerima insentif dari APBN sejak bulan Agustus 2020 lalu. Namun demikian, pihaknya bersama dengan instansi terkait lain kini tengah mencari solusi. Hal itu menyusul turunnya surat pusat yang memerintahkan tunggakan insentif APBN masuk ke dalam DAU. “Saat ini masih kami bahas bersama terkait adanya surat dari pusat itu. Kami juga menghitung kemampuan DAU Brebes untuk intensif nakes ini. Kemarin sih, kita hitung ada di angka sekitar Rp 30 miliar, tetapi kami belum tahun apakah nantinya ada perubahan atau tidak,” jelasnya. (*)

BERITA LAINNYA