Take a fresh look at your lifestyle.

WNA Terlapor Kasus Dugaan Penganiayaan Asistennya Tewas Kecelakaan di Tol

130

BREBES – Seorang  Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan, Lee Hyung Kwan alias Tuan Leo (54), yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap asistennya di PT Daehan Global Brebes, dilaporkan tewas dalam sebuah kecelakaan di jalan Tol Jakarta-Cikampek, KM 68+200 arah ke Jakarta, Sabtu (5/10).

Tuan Leo merupakan General Manajer (GM) PT Deahan Global di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Dalam kecelakaan itu, selain Tuan Leo, dua WNA lainnya yang dalam satu mobil Inova F-1379-RZ juga dilaporkan tewas. Sedangkan sopir mobil Inova, Sutrisno (31), warga Desa Cimohong, mengalami luka-luka.

Kecelakaan itu bermula saat Tuan Leo bersama Tuan Vikram (40) dan Tuan Kasavan yang juga WNA, dalam perjalanannya dari Brebes menuju Bogor. Namun saat tiba di lokasi kejadian, masuk wilayah Karawang, mobil menepi dan berniat akan berhenti dibahu jalan untuk buang air kecil. Namun mendadak dari arah belakang ditabrak truk. Akibatnya mobil Inova itu terpental hingga masuk ke parit jalan tol dan terbalik. Tiga penumpangnya yang merupakan WNA tewas dan sopirnya luka-luka.

” Iya benar, Mr Leo menjadi salah satu korban kecelakaan di jalan tol, Sabtu (5/10), kemarin. Saya juga mendapat kabar ini,” ujar Legal PT Daehan Global Brebes, Nanang saat dihubungi melalui telepon, Minggu (6/10).

Dia mengaku, hanya sebatas mendapatkan kabar atas meninggalnya Tuan Leo. Pihaknya juga belum tahu untuk kasus yang menjerat almarhum. “Saya hanya mendapat informasi kepastian itu, dan Mr Leo menjadi salah seorang korban yang meninggl dunia,” sambungnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, General Manager PT Daehan Global Brebes, yang merupakan WNA asal Korea Selatan, Tuan Leo dilaporkan ke Polres Brebes oleh asistennya sendiri, Nia Kusniawati (35). Ia dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan hingga menyebabkan asistennya itu mengalami kesulitan berjalan.

Nia (35), warga Jalan Lagoa Gang V B II No 32 Desa Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara itu mengaku, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Kamis malam (5/9) lalu, saat dirinya masih bekerja di pabrik garmen milik PT Daehan Global. Aksi penganiayaan yang dilakukan atasanya itu dipicu masalah pekerjaan.

(Setiawan-red)

BERITA LAINNYA