Take a fresh look at your lifestyle.

Wisata Kuliner Pasar Slumpring Siap Sambut Pengunjung

- Perputaran Uang Tembus Rp 100 Juta/ Hari

SLAWI, smpantura.com – Setelah dua tahun terakhir tidak bisa beroperasi karena dampak pandemi COVID-19, Wisata Pasar Slumpring di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, kini siap menyambut pengunjung. Wisata kuliner tradisional di bawah rindangnya dapuran (kebun-red) bambu ini, sudah mulai beroperasi kembali sejak liburan Lebaran Idul Fitri 2022 kemarin. Bahkan, wisatawan yang berkunjung sangat antusias. Terbukti, perputaran uang yang terjadi di Wisata Pasar Slumpring bisa menembus Rp 100 juta/ hari.

“Setelah 2 tahun terakhir tutup, Pasar Slumpring sudah buka kembali. Alhamdulillah semoga ini bertahan,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Abdul Hayyi, Jumat (3/6).

Dikatakan, peningkatan kunjungan wisata di Pasar Slumpring terlihat sejak libur Lebaran Idhul Fitri lalu. Jumlah pengunjung mencapai 700 orang/ hari. Tidak hanya itu, perputaran uang selama libur Lebaran Idhul Fitri sangat fantastis, yakni antara RP 80 juta dan Rp 100 juta/ hari.

“Perputaran uang sekitar Rp 40 juta, itu untuk hari libur biasa. Untuk itu kami berharap pandemi segera berakhir, sehingga perekonomian warga terus membaik,” harapnya.

Menurut dia, Wisata Pasar Slumpling yang dikelola warga sekitar dibuka setiap hari Minggu. Pasar itu menjual jajanan dan makanan tradisional. Bahkan, beberapa makanan jaman dulu itu, sudah tidak dijual di masyarakat umum. Jajanan dan makan yang dijual, di antaranya nasi jagung, nasi bakar, nasi ponggol, cetot, awul – awul, cukit, serabi, tahu aci, gaplek, getuk, cetil dan lainnya. “Terdapat 50 pedagang yang berjualan dan ada sekitar 47 kuliner tradisional yang dijual,” terangnya.

Ditambahkan, untuk proses jual beli makanan tradisional tidak menggunakan uang pada umumnya, tapi menggunakan koin khusus yang terbuat dari bambu yang sudah disiapkan oleh pengelola. Untuk nilai 1 koin bambu itu bernilai Rp 2500.

“Iya benar transaksinya menggunakan koin khusus yang sudah kami siapkan. Pengunjung bisa menukarkan uang dengan koin tersebut di pintu masuk. Konsepnya kita ingin menghadirkan suasana pasar jaman dulu,” pungkasnya.

(T05-Red)

BERITA LAINNYA