Take a fresh look at your lifestyle.

Pesona Wisata Via Ferrata Desa Pagerwangi

- Siap Sambut Wisatawan

214

SLAWI, smpantura.com – Sempat tutup beberapa bulan karena pandemi Covid-19 dan musim penghujan, Wisata Desa Pagerwangi mulai bersiap menyambut wisatawan. Bahkan dalam waktu dekat, wisata desa yang terkenal dengan wisata Via Ferrata Bukit Rangkok-nya itu, akan menggelar kegiatan ngecamp bareng.

Kepala Desa Pagerwangi, Waluyo mengatakan, rencananya pada April mendatang akan mengadakan ngecamp bareng. Mengingat saat ini masih situasi pandemi Covid-19, kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah peserta terbatas. “Untuk peserta ngecamp bareng akan dibatasi, dari beberapa komunitas, pegiat wisata dan teman-teman Pokdarwis dan Genpi,”jelas Waluyo, saat ditemui pada acara peresmian Sekretariat Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tegal, selasa (23/3).

Waluyo menuturkan, sejak pandemi Covid-19, Wisata Desa Pagerwangi sempat ditutup pada April hingga Agustus 2020. Kemudian, pada bulan September mulai dibuka bagi pengunjung. Hingga Desember 2020, wisata desa itu menerima kunjungan sejumlah wisatawan yang penasaran dengan Via Ferrata Bukit Rangkok.

Memasuki bulan Januari sampai dengan Februari 2021 bersamaan dengan musim penghujan, jumlah wisatawan turun drastis. “Musim penghujan, kunjungan banyak yang di cancel. Sebagian yang hendak wisata berasal dari Brebes, Kota Tegal, Pemalang dan Bekasi,”sebutnya.

Selama tidak beroperasi, pengelola Wisata Desa Pagerwangi, kata Waluyo, tetap melakukan perawatan terhadap sarana prasarana yang ada, sehingga sewaktu-waktu ada pengunjung , maka telah siap digunakan dengan aman.
Waluyo mengatakan, ke depan telah disiapkan paket wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Balapulang.

“Sesuai SK Bupati, di Kecamatan Balapulang ada lima desa yang jadi kawasan wisata, yakni Danateja Batukaliwangi atau Desa Danawarih, Bukateja, Batuagung, Kalibakung dan Pagerwangi,”jelas Waluyo.
Selain menikmati wisata via ferrata, Wisata Desa Pagerwangi menawarkan wisatawan melihat cara membuat tempe ireng dan kerajinan bambu. (*)

BERITA LAINNYA