Take a fresh look at your lifestyle.

Wijanarto Kembali Pimpin Dewan Kesenian Brebes

108

BREBES – Wijanarto kembali mempimpin Dewan Kesenian Kabupaten Brebes (DKB) untuk periode 2020-2025. Pelaku seni yang juga sejarawan pantura ini terpilih menjadi Ketua DKB dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang dilaksanakan di Agrowisata Kaligua Brebes, beberapa hari lalu.

Terpilihnya kembali Wijanarto berarti merupakan periode kedua sebagai Ketua DKB. Sebelumnya ia juga menjadi Ketua DKB untuk periode 2010-2020. Dalam musda kali ini, terdapat dua calon ketua yang diusulkan forum. Yakni, calon petahanan Wijanarto dan calon lain Karno Roso yang sebelumnya menjabat Sekertaris DKB.

Dari sebanyak 18 hak suara, yang berasal dari masing-masing kecamatan dan satu suara perwakilan pengurus kabupaten, hanya sebanyak 14 hak suara yang hadir di musda. Dari jumlah itu, Wijanarto meraih 8 suara dan pesaingnya Karno Roso hanya 7 suara.

Ketua Panitia Musda DKB, Haris Zulfikar mengatakan, sesuai AD/ART dan hasil kesepakatan forum dalam musda, proses pemilihan ketua dilaksanakan secara votting terbuka. Hasilnya, Wijanarto kembali terpilih menjadi ketua untuk kedua kalinya, dengan 8 suara. Sedangkan Karno Roso memperoleh 7 suara. “Setelah mencermati tata tertib dan prosesnya, peserta hak suara dan peserta sidang, serta kepengurusan DKB yang demisioner, maka hasil Musda sudah kami sepakati bersama. Wijanarto terpilih jadi ketua sesuai hasil suara terbanyak ini,” terangnya, Selasa (22/12).

Menurut dia, pada periode kali ini DKB akan melakukan perombakan struktur. Di antaranya ada penambahan wakil ketua dan koordinator wilayah. Untuk koordinator wilayah dibagi menjadi empat bagian yakni, wilayah utara, barat, tengah dan selatan. “Di periode ini ada penyegaran, serta akan menjembatani pengurus dengan representasi dewan kesenian tingkat kecamatan. Representasi kecamatan sebagai bagian dari dinamika berkesenian,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, DKB lahir dari amanat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 5A/1993 tanggal 27 Februari 1993 tentang pembentukan dewan kesenian di seluruh propinsi se-Indonesia. Namun, persoalan yang menjadi amanat tersebut, seniman dan pekerja seni membutuhkan ruang publik untuk berekspresi. Hal itu memang harus ada penajaman komunikasi dengan semua elemen yang antusias memajukan ruang gerak berkesenian. Apalagi, Brebes memiliki potensi budaya dan seni luar biasa.

“Sinergi antara dewan kesenian dan Dinbudpar Brebes perlu ditingkatkan. Dinbudpar mewakili pemerintah harus mendorong dewan kesenian untuk berekspresi. Serta bisa menjadi mitra dari dewan kesenian sebagai upaya untuk pelestarian seni dan budaya yang ada. Potensi seni dan budaya di Brebes cukup besar sehingga membutuhkan peran pemerintah, ” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA