Take a fresh look at your lifestyle.

Wendel Parnell Mengajar di STMIK YMI Tegal

158

TEGAL – Mahasiswa Sekolah Tinggi Managemen Ilmu Komputer (STMIK) YMI Tegal, kemarin heboh. Mereka terkejut ketika Wendell Parnell dari Australia bersama rombongan masuk ke ruang kelas untuk memperkenalkan permainan Wendell 7.

Menurut Dosen STIMIK YMI Tegal, Dr Yayat Fidayat Amir, para mahasiswa menyambut antusias kedatangan dosen tamu Wendell Parnell karena ingin belajar tentang metode permainan Wendell 7 yang mulai digemari diberbagai kalangan, khususnya para siswa sekolah. “Pentingnya permainan ini adalah untuk melatih mahasiswa mengkondisikan suatu kelas yang menyenangkan. Yakni, dengan kehadiran Wendell Parnell dalam perspektif di kategorikan sebagai enjoyable learning atau pembelajaran yang menyenangkan dengan kategori yang tidak dipaksa namun belajar untuk mengetahui apa yang ada di dalam permainan Wendell 7,” katanya.

Dia menjelaskan, pola-pola pembelajaran dalam permainan tersebut yaitu mulai dari kecepatan berhitung, memahami antara konteks bahasa Inggris yang dibawakan dam adanya unsur kerjasama, unsur bersaing dan tidak saling menjatuhkan. “STIMIK YMI Tegal terbuka untuk dipernalkan pembelajaran yang lebih inovatif, pembelajaran yang bersuasana menyenangkan terlebih mahasiswa yang ada di STIMIK diharuskan untuk menguasai materi managemen dan banyak sistem lain. Semakin banyak dosen tamu seperti Wendell dengan membawa konsep pembelajaran fraksis yang baru menjadikan mahasiswa akan lebih baik,” katanya.

Yayat menyampaikan, yang cukup menarik dalam permainan Wendell 7 ternyata tidak mengenal level pendidikan baik dari tingkat sekolah dasar sampai orang dewasa. Oleh karena itu, visi yang dibawakan oleh Wendell sangat membantu untuk mencerdaskan Bangsa Indonesia, termasuk sangat penting untuk menambah poin tingkat akreditasi bagi universitas.

Sementara itu, Wendell Parnell menjelaskan, permainan Wendell 7 merupakan sebuah permainan kartu yang yang ditemukan pada 2011. Permainan tersebut tercipta atas kekhawatirannya terhadap generasi sekarang yang lebih mengandalkan mesin, seperti kalkulator dan komputer daripada otak untuk berhitung. “Pada intinya permainan ini mengubah kebiasaan penggunaaan Gatget untuk anak-anak dan serta sebagai ajang untuk permainan yang menyenangkan” ujarnya.

Menurut dia, alasan utama mengunjungi Indonesia adalah untuk menimbulkan rasa bahwa matematika adalah suatu hal yang menyenangkan. Sebab, pada dasarnya anak-anak biasa menganggap kalau pelajaran tersebut menyebalkan. Permainan ini hanyalah edukasi semata karena selain permainan ini menghibur juga untuk menciptakan suatu pemahaman dan pembelajaran matematika itu sangat menyenangkan.”Kemunculan permainan wendel ini diharapkan kedepannya anak-anak mulai menyukai permainan ini dan bisa dilakukan untuk sebuah ajang kompetisi untuk kedepannya,” katanya.(Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA