Take a fresh look at your lifestyle.

Waspadai Corona, Pradja Intruksikan Kades Data Warga Sepulang dari Luar Negeri

145

SURADADI – Pengurus Paguyuban Kepala Desa (Kades) Pradja Kabupaten Tegal mengintruksikan kepada semua kades untuk mendata warganya yang pulang dari luar negeri. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi mewabahnya Virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia.

“Warga Kabupaten Tegal yang ada di luar negeri cukup banyak. Mereka mayoritas bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK), TKI, TKW dan lainnya,” kata Ketua Pradja Kabupaten Tegal, Mulyanto saat menghadiri rapat rutin Paguyuban Pradja Kecamatan Suradadi di Obyek Wisata Purin Suradadi, Rabu (11/3).

Dikatakan, sosialisasi pencegahan Virus Corona menjadi tanggungjawab bersama, baik pemerintah pusat hingga pemerintah desa. Masyarakat juga harus andil dalam pencegahan virus mematikan tersebut dengan menginformasikan ke pemerintah desa warga yang pulang dari luar negeri. Upaya itu harus dibangun dengan baik agar dampak penyebaran virus tersebut bisa diminimalisir.

“Pemerintahan desa harus aktif menyosialisasikan ke masyarakat. Jika bukan kita yang mencegah, siapa lagi,” kata Mulyanto yang juga menjabat Kades Dermasuci, Kecamatan Pangkah itu.

Sekretaris Pradja Kabupaten Tegal, Ahmad Kusen menuturkan, peran serta Pradja dalam mewaspadai Virus Corona, lanjut dia, telah dilakukan dengan menyosialisikan ke kades-kades saat rapat paguyuban kecamatan. Kali ini, sosialisasi yang dipadukan dengan rapat koordinasi dilaksanakan di wilayah Kecamatan Suradadi. Hal itu mengingat Kecamatan Suradadi banyak warganya yang bekerja sebagai ABK di luar negeri. Kewaspadaan itu wajib ditingkatkan untuk para kades di wilayah pantura. Pihaknya akan melakukan sosialisasi serupa ke kecamatan lainnya, sekaligus untuk memantapkan organisasi Pradja.

“Tapi tetap jaga kondusifitas. Warga tidak usah resah dan panik. Petugas di Puskesmas dan rumah sakit sudah siap menangani pasien Corona,” ujarnya.

Ditambahkan, kewaspadaan tidak hanya untuk wabah Virus Corona, tapi juga untuk kamtibmas. Terlebih, saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan potensi angin puting beliung.

“Karena kalau ada apa-apa, desa yang harus tahu lebih dahulu. Pastinya juga yang harus menangani lebih dulu,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA