Take a fresh look at your lifestyle.

Waspada, Marak Tindak Kejahatan Bermodus COD

- Di Brebes Terjadi Dua Kasus

113

BREBES – Tindak kejahatan bermodus COD kini marak terjadi di masyarakat, salah satunya di wikayah Kabupaten Brebes. Di Kota Bawang ini sudah terjadi dua kasus tindak kejahatan yang berkedok Cast On Delivery (COD) tersebut. Bahkan, salah seorang korbannya hingga kini terbaring di rumah sakit, karena mengalami luka serius di wajah dan beberapa bagian tubuhnya. 

Kasus pertama di Brebes korbannya seorang pelajar SMK, Rifna Miladianur (16), warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Brebes. Ia mengalami luka bakar di bagian muka, tangan dan lengan, setelah disiram cairan yang diduga air keras, saat melakukan COD dengan seorang pembeli yang tidak dikenal. Meski berstatus pelajar, korban selama ini menggeluti usaha berjualan kosmetik secara online. Kasus ini terjadi pada 17 Januari 2021 lalu, dan saat ini masih ditangani Polsek Wanasari, Brebes.

Kasus kedua, terjadi satu minggu lalu di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari. Korban mengalami tindak kekerasa saat l melakukan COD. Tanpa sebab yang jelas, korban dibacok hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

“Awalnya mau COD di gapura masuk Desa Sisalam. Tapi waktu itu tidak jadi. Calon pembeli ini minta COD di dekat Puskesmas Sidamulya. Saya ke sana, tapi tempatnya sepi. Saat itu jam setengah 9 malam. Akhirnya saya balik lagi ke arah pulang,” tutur Rifna Miladianur (16), salah seorang korban kejahatan bermodus COD ini, Jumat (19/3).

Dia mengaku, saat perjalanan pulang ke rumah, di belakang ada sepeda motor yang mengikutinya. Tiba-tiba, pengendara sepeda motor itu menyiramkan air ke dirinya. Pelaku dua kali melakukan penyiraman. Ia tidak mengenal pelaku karena saat itu menggunakan helm, jaket, dan sarung tangan.

Usai aksi itu, lanjut dia, muncul pesan berantai di akun facebook miliknya. Pesan itu diketahui berasal dari seseorang yang sebelumnya memesan kosmetik kepada dirinya. Tak lama mengirimkan pesan berantai itu, akun yang diduga pelaku penyiraman tersebut tutup akun.

“Isi pesan itu ada kalimat, Dendam saya sudah terbalas,” kata Rifna sembari menunjukkan isi pesan di akun facebooknya.

Kapolsek Wanasari, AKB Mulyono saat dikonfirmasi atas kasus tersebut mengatakan, pihaknya bersama Satreskrim Polres Brebes masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi-saksi juga sudah dimintai keterangan. Namun dalam upaya menggungkap kasus itu, jajarannya sedikit mengalami kendala. Sebab, hingga kini korban masih belum mau dimintai keterangan, karena masih trauma berat. “Untuk kasus dugaan penyiraman air keras ini, masih kami selidiki. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap. Sedangkan kasus bermodus COD yang berujung kekerasan di Desa Pesantunan, belum ada laporan ke kami,” ungkapnya.

Kapolsek mengimbau, masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi melalui COD. Baik penjual dan pembeli harus berhati-hati, karena rawan tindak kejahatan. Apalagi, kedua belah pihak tidak saling mengenal. “Kami imbau warga yang akan melakikan COD ini harus waspada dan berhati-hati. Ini karena rata-rata kedua belah pihak sebatas mengenal di media sosial, dan ini rawan terjadi tindak kejahatan,” pungkasnya.

(T07_red) 

BERITA LAINNYA