Take a fresh look at your lifestyle.

Waspada, 18 Ribu Perantau Berpotensi Paparkan Virus Korona

186

SLAWI – Lebih dari 18 ribu warga Kabupaten Tegal yang sudah pulang kampung. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk daerah zona merah yang terpapar Virus Korona (Covid-19). Kendati sudah dilakukan scaning dan sterilisasi bagi para perantauan, namun mereka berpotensi memaparkan Virus Korona. Pasalnya, belum dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap para pemudik tersebut.

“Sejauh ini, sekitar 18 ribu orang Tegal yang pulang kampung. Sedangkan yang melalui Terminal Dukuhsalam sekitar 3 ribu orang,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni saat rapat koordinasi dengan Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Dikatakan, scaning dan sterilisasi dilakukan dengan menyemprotkan disinfektan dan pendataan. Setelah dilakukan hal tersebut, mereka diminta untuk melakukan karantina mandiri.

“Mereka tetap dipantau,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni menilai, Pemkab Tegal seolah-olah membiarkan para perantauan yang berpotensi membawa Virus Korona, hanya dibiarkan masuk ke Kabupaten Tegal. Hal itu dikarenakan pemeriksaan hanya dilakukan dibagian luar tubuh. Jika mereka sudah terinfeksi tidak bisa dideteksi.

“Kami khawatir sebelum atau setelah 14 hari, mereka akan mulai mengalami gejala. Padahal, mereka sudah berinteraksi dengan orang banyak,” katanya.

Sesuai data dari Sistem Informasi Pantauan Covid-19 Kabupaten Tegal pada tanggal 1 April 2020, warga yang masuk Pelaku Perjalanan (PP) sebanyak 11.969 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 8 orang, Orang Dalam Pantauan (ODP) 421 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 19 orang, dan PDP Sembuh 29 orang.

“Hingga saat ini, belum ada yang positif terinfeksi Virus Korona,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendardi Setyadi.

Kepala BPBD Jaenal Dasmin menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan scaning sekaligus pendataan terhadap para perantauan. Direncanakan, Pemkab akan mengambil kebijakan karantina kelompok yang berpotensi menyebarkan Virus Korona. Sudah ada beberapa gedung yang disurvai, diantaranya GOR Indoor, Gedung Korpri, Wisata Kesehatan Jamu, dan dua rumah sakit swasta.

“Sosialisasi karantina mandiri sudah dilakukan, tapi mungkin kesadaran masyarakat yang masih kurang,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA