Take a fresh look at your lifestyle.

Washing Plant Dibangun di Brebes Untuk Dongkrak Kualitas Garam Lokal

101

BREBES – Maraknya garam impor masuk ke Indonesia, mendorong para petani garam lokal harus mampu meningkatkan kualitas produksinya agar bisa bersaing. Untuk mendongkrak kualitas produk garam lokal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan terobosan peningkatan kualitas produksi garam lokal melalui Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar). Salah satunya, dengan membangun unit pengolahan garam atau Washing Plant di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Unit pengolahan garam tersebut diresmikan pengoperasiannya, kemarin, oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretaris Kabinet, Agustina Murbaningsih

“Bagaimana tidak ada impor, jika kualitas garam lokal masih dianggap kurang baik. Mudah-mudahan tersedianya Washing Plant mampu meningkatkan kualitas garam lokal dan menekan laju impor garam lagi,” ujar Agustina Murbaningsih dalam peresmian Washing Plant tersebut.

Washing Plant yang dibangun dengan sumber anggaran APBN itu, setelah diresmikan kemudian diserahkan kepada Koplerasi Mekar Sari Sejahtera Wanasari sebagai pengelola. Penyerahan disaksikan Wakil Bupati Brebes Narjo dan sejumlah pejabat terkait. Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut TB Haeru mengatakan, bantuan Washing Plant dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas garam lokal, sehingga akan mampu bersaing dengan kualitas produk garam impor. “Dengan kualitas yang baik, otomatis harga makin tinggi. Kesejahteraan petani garam juga akan semakin meningkat,” katanya usai menyerahkan bantuan Washing Plant tersebut.

Menurut dia, bantuan yang diberikan itu bersifat stimulan untuk peningkuatan kualitas garam. Diharapkan nantinya akan muncul pemikiran sinergi untuk mewujudkan peningkatan kualitas dan produksifitas garam lokal. “Sinergi ini harus dibangun antara petani garam melalui Koprasi dan Pemerintah Kabupaten Brebes,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Brebes, Narjo mengatakan, pihaknya yakin garam hasil produksi petani di Brebes yang didukung program Pugar akan mampu menjawab persoalan garam nasional, untuk menuju swasembada garam nasional. Apalagi potensi garam yang dimiliki Brebes cukup besar. Yakni, dengan lahan tambak garam seluas 1.176 hektar, yang tersebar dari pantai Losari hingga Brebes. Sedangkan jumlah petani garamnya sebanyak 658 orang, dengan jumlah koperasi ada sebanyak 5 unit.

“Di tahun 2019 lalu, produksi garam petani kami mencapai 49.574,45 ton per tahun dengan produktifitas 81,8 ton/hektar. Namun di tahun 2020 turun hanya 24,10 ton akibat kemarau basah. Harganya pun rendah, termasuk tingkat serapan industri juga rendah. Adanya Washing Plant tentu akan mendorong semangat petani garam untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA