Take a fresh look at your lifestyle.

Kepedulian Bupati Mas Slamet Terhadap Sepak Bola Brebes

- Refleksi Hari Jadi Brebes ke-344

Oleh : Nurul Hidayat, SH,MT

ERA sekitar tahun 1950-an, merupakan awal tumbuhnya persepakbolaan di tanah Brebes. Meski pada masa-masa sebelumnya sudah ada kegiatan bersepak bola di masyarakat, tetapi belum terkoordinir dengan baik. Hal tersebut sebagaimana dikutip dari beberapa keterangan narasumber yang sekaligus saksi sejarah yang masih hidup, meskipun mereka sudah lupa dan tidak bisa menyebut secara tepat kapan waktunya.

Di bawah kepemimpinan Bupati Mas Slamet yang menjabat tahun 1950-1959, sepak bola di Brebes begitu hidup. Pada era itu, perkumpulan sepak bola yang cukup menonjol seperti PS Al Fajar, PS Fajar Muda dan PS Gaya Muda. Alun-alun Kota Brebes yang menjadi pusat kegiatan sepak bola, selalu dipadati penonton setiap kali diadakan pertandingan. Sejumlah pemain terkenal dan sering menjadi perbincangan masyarakat saat itu antara lain Takmin, Hasan, Muklas, Takmad, Chariri, Kanapi, dan Daklan (penjaga gawang) serta sederet pemain yang lain. Mereka sempat berkiprah di dunia sepak bola rata-rata berkisar sepuluh tahunan. Mayoritas pemain tersebut sudah meninggal dunia karena faktor usia maupun faktor yang lain. Selanjutnya dalam perkembangan berikutnya bermunculan pula bintang-bintang lapangan muda yang menggantikan posisi seniornya.

BACA JUGA

Pertandingan sepak bola sungguh merupakan satu tontonan paling menarik yang disukai masyarakat dari semua kalangan, pria maupun wanita, dari anak kecil sampai orang tua. Setiap kali ada pertandingan sepak bola, Alun-Alun Brebes tidak pernah sepi dari penonton. Hal tersebut dimungkinkan karena saat itu juga masih minimnya tempat-tempat hiburan, tidak seperti di masa sekarang. Sehingga tontonan sepak bola sebagai alternative hiburan bagi masyarakat, disamping mereka juga ingin menonton para idolanya.

Para pemain sepakbola di Kabupaten Brebes era tahun 1950-an. Foto : dok.istimewa/smpantura.com
Para pemain sepakbola di Kabupaten Brebes era tahun 1950-an. Foto : dok.istimewa/ smpantura.com

 

Pusat kegiatan pertandingan sepak bola memang saat itu lebih banyak dilaksanakan di Alun-Alun Brebes, meskipun saat itu sudah ada lapangan bola Karang Birahi. Hal itu selain letaknya di pusat kota, juga karena dalam setiap kesempatan pertandingan sepak bola, Bupati Mas Slamet selalu menyempatkan untuk menyaksikan pertandingan di sela-sela kesibukannya.

Ditemani para stafnya, Bupati Mas Slamet menyaksikan pertandingan sepak bola dari atas regol yang berada tepat samping selatan alun-alun. Bupati Slamet memang dikenal sebagai orang yang sangat menyukai sepak bola, meski sebatas sebagai penonton. Oleh karenanya, pada masa itu sepak bola di Brebes begitu hidup karena adanya dukungan dari bupati yang terkenal sebagai penggila sepak bola tersebut.

“Ya betul, Bupati Slamet waktu itu sangat antusias kalau ada pertandingan sepak bola, beliau selalu menonton dari atas regol,” kenang Ramdlon yang aktif menonton pertandingan bola sejak masih duduk di bangku SD hingga SMP. Mohammad Ramdlon nama lengkapnya, yang setelah dewasa menjadi pemain Persab dan PS. Al Fajar.

Gairah persepakbolaan di Kabupaten Brebes khususnya di Brebes wilayah kota begitu hidup dan semarak. Hal itu karena dukungan dan perhatian yang sangat besar dari Bupati Mas Slamet. Jika tidak ada halangan yang sangat penting, hampir dipastikan Bupati Mas Slamet selalu hadir menyaksikan pertandingan sepak bola dan mensupport para pemain dengan menyapanya dari atas regol. Intensitas dan jadwal pertandingan sangat padat serta antusias mayarakat penonton juga sangat tinggi. Penonton umumnya tertib meski saat itu bermain di alun-alun dengan jarak antara penonton dan arena pertandingan sangat dekat. Di bawah rimbun pohon beringin besar yang menancap di berbagai sudut Alun-Alun Brebes menjadikan pertandingan sepak bola menjadi lebih nyaman, karena tidak terlalu panas oleh terik matahari.

Pada masa itu meskipun alun-alun berada di tepi jalan Daendels atau jalan arteri primer yang saat ini padat dengan kendaraan yang lalu lalang, suasana saat itu tidak terlalu bising dan tidak terlalu padat polusi. Sehingga pertandingan sepak bolapun menjadi suguhan yang sangat menarik di jantung kota Brebes.

Bupati Mas Slamet yang menyaksikan pertandingan sepak bola dari atas regol tidak sendirian. Ia kerap ditemani beberapa wedana yang juga sangat getol terhadap sepak bola. Terhadap setiap pertandingan yang diadakan di alun-alun, Bupati Mas Slamet selalu mengerahkan jajaran pegawainya untuk menyaksikan pertandingan tersebut, sehingga kegiatan itupun tak pernah sepi dari penonton. Di bawah Bupati Mas Slamet, sepak bola benar-benar menjadi anak emas. Ia mampu menggairahkan kegiatan persepakbolaan di Brebes. Mas Slamet sendiri menjabat sebagai Bupati Brebes pada tahun 1950 – 1959.**

#Penulis adalahh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Baperlitbangda Kabupaten Brebes.

 

BERITA LAINNYA