Take a fresh look at your lifestyle.

Kepatuhan Pemilihan Limbah Padat Jadi Kunci Petugas Ruangan Perawatan RSUD Kardinah Kota Tegal

Oleh : Hanif Asshidqi, mahasiswa FKM UNDIP

Sebagai instansi kesehatan, rumah sakit memiliki banyak instalasi yang pasti menimbulkan limbah. Bahkan, klasifikasi limbah yang dihasilkan rumah sakit biasanya terbagi menjadi dua. Yakni, limbah medis maupun non medis sebagai akibat penyelenggaraan layanan kesehatan. Terlebih, rumah sakit juga menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikam serta penelitian kedokteran.

Limbah medis merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan utama rumah sakit. Jenis limbah rumah sakit ini, merupakan limbah yang dianggap mengandung berbagai jenis virus dan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Kemudian, limbah non medis yakni limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit di luar medis yang biasanya berasal dari instalasi Gizi, perkantoran, dan taman. Limbah ini dapat kembali dimanfaatkan dengan metode 3R seperti Reuse, recycle dan Reduce sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sasaran dari edukasi kepatuhan pemilahan limbah padat, difokuskan bagi petugas ruangan perawatan RSUD Kardinah Kota Tegal. Khususnya, tentang bagaimana menangani, menyingkirkan, dan memusnahkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3-red) seekonomis mungkin. Namun, tetap higienis dan tidak membahayakan lingkungan. Sedangkan, khusus Limbah Non B3, penanganannya seperti limbah domestik pada umumnya. Kegiatan Reduce atau pengurangan pada sumber limbah seperti meminimalisir penggunaan plastik dan kertas, penggunaan botol minuman yang dapat dipakai ulang serta kegiatan daur ulang sebisa mungkin dilakukan pada proses pengelolaannya.

BACA JUGA

Klambi Khas Tegal

Iwak Kutuk

Limbah non medis dari instalasi laundry, sisa makanan dari instalasi Gizi, serta kegiatan lain yang tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan merupakan contoh limbah rumah sakit domestik. Dalam pengolahannya, tidak diperlukan penanganan khusus dan dapat disatukan dengan pengolahan limbah domestik. Termasuk, penyimpanannya tetap pada tempat sampah berplastik hitam dan dikumpulkan di TPS Domestik.

Jenis limbah rumah sakit yang berupa kapas bekas tindakan, selang infus, perban luka, dan plabot bekas pasien dikumpulkan dalam tempat sampah dengan plastik berwarna kuning. Sedangkan jarum suntik, syringe, botol ampul bekas, vial bekas disimpan pada safety box / container. Limbah-limbah tersebut berpotensi menimbulkan penyakit dan dikategorikan sebagai limbah B3 medis. Karena tempat penyimpanan tersebut berada pada ruang keperawatan, maka dibutuhkan penanganan khusus seperti pewadahan yang kuat dan anti bocor, pengemasan limbah tidak boleh penuh, pengangkutan sehari sekali serta penyimpanan limbah pada TPS Limbah B3 yang sesuai dengan standar regulasi.

Edukasi kepatuhan pemilahan sampah padat bagi petugas ruangan perawatan RSUD Kardinah. Dilakukan melalui sosialisasi kepada petugas ruangan dengan target dari program ini adalah tenaga perawat. Upaya tersebut, dilakukan Hanif Asshidqi mahasiswa KKN FKM UNDIP.

Dari kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Limbah medis Rumah Sakit bersifat berbahaya bagi kesehatan lingkungan, dan bagi masyarakat di lingkungan Rumah Sakit dan sekitar. Limbah medis Rumah Sakit jika tidak dikelola dengan baik dan sesuai aturan dapat mencemari lingkungan. Sehingga, untuk menghindari risiko tersebut diperlukan pengelolaan dan pemilahan limbah padat medis serta non medis di rumah sakit. **

BERITA LAINNYA