Take a fresh look at your lifestyle.

Warga yang Mudik Mencapai 11.073 Orang

-Diminta Isolasi Diri di Rumah

121

SLAWI- Meski telah diimbau untuk tidak mudik oleh pemerintah,  ternyata banyak warga Kabupaten Tegal yang selama ini merantau di luar kota memilih pulang ke kampung halaman lebih cepat di tengah merebaknya wabah Korona.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal, Munawar mengatakan, sesuai data yang terkumpul sampai dengan Minggu (29/3)  pukul 16.00 , jumlah pemudik se-Kabupaten Tegal tercatat sebanyak 11. 073 orang.

Mereka selama ini merantau ke berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Pemudik sebanyak itu tersebar di  249 desa/kelurahan  dari 18 kecamatan yang sudah melaporkan.

Demikian disampaikan Munawar pada rakor percepatan penanganan Covid-19 di  Posko  Gugus Tugas , Minggu (29/3).

Menurut Munawar, jumlah pemudik terbanyak di Kecamatan  Bumijawa yakni sejumlah 2.100 orang , kemudian Kecamatan Dukuhturi  1.200 orang dan Kecamatan  Lebaksiu 1.110 orang . Sementara pemudik  paling sedikit di Kecamatan Kedungbanteng  sebanyak 178 orang .

Munawar menuturkan, melalui Camat , Kepala Desa/ Lurah hingga Ketua   RT/ RW  telah meminta agar anggota keluarga  melaporkan daftar nama pemudik kepada aparat setempat lengkap by name by addres  dan menyertakan keterangan mudik dari daerah mana serta tanggal berapa tiba di rumah.

“Data ini dimaksudkan guna memudahkan pemantauan, pengendalian dan penanganan apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda ke arah terpapar virus Korona,”ungkapnya.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Sarmanah Muraeny selaku Koordinator Bidang Logistik Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan, agar pemudik yang berdatangan  di wilayah Kabupaten Tegal dapat  mengisolasi diri di rumah masing masing.

“Mereka cukup  beraktifitas di dalam rumah saja dan jangan beraktifitas keluar  rumah sampai 14 hari ke depan. Hal ini di maksudkan untuk mengantisipasi  dan mencegah penyebarluasan Covid-19 di Kabupaten Tegal,”tutur Sarmanah.

Menurut  Sarmanah sesuai protokol kesehatan , selama isolasi diri itu , para  pemudik  yang baru datang dari daerah terjangkit atau dari luar negeri , diharapkan   menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yaitu dengan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

Kemudian makan dengan gizi seimbang  serta berjemur setiap jam 10 pagi selama 15 menit untuk meningkatkan daya tahan tubuh  .

Mereka juga diminta untuk  menerapkan menjaga jarak fisik (physical distancing) yaitu menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter serta menghindari kerumunan massa dan kontak fisik dengan orang lain.

Kepada anggota keluarga pemudik , diminta untuk  melaporkan ke aparat terdekat ( RT, RW kader) bahwa ada anggota keluarga yang baru pulang dari mudik dengan menyertakan data KTP dan KK serta nomor telephon yang bisa dihubungi.

Jika dalam 14 hari ada keluhan demam, batuk-batuk , flu, sakit tenggorokan, diare dan sesak nafas,  agar  menghubungi via telephone aparat  atau tenaga kesehatan setempat. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan wawancara via telephon.

“Jadi, tenaga medis tidak datang ke rumah dan pasien tidak mengunjungi fasilitas kesehatan. Pasien tetap dirumah saja,” tegas  Sarmanah.

Lebih lanjut dikatakan, jika gejala mengarah ke penyakit Korona , akan ada petugas khusus dari kesehatan yang melakukan penanganan lebih lanjut . Semua itu dilakukan  guna menekan penyebarluasan virus Korona . (Sari/Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA