Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sirampog Batal Direlokasi

- Hasil Kajian Tim Peneli Geologi Aman Ditempati

84

BREBES, smpantura.com – Puluhan warga yang terdampak bencana alam tanah bergerak di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, batal direlokasi. Keputusan itu ditegaskan Bupati Brebes, Idza Priyanti, menyusul keluarnya hasil kajian Tim Peneli Geologi Jawa Tengah, yang menyatakan lokasi tanah bergerak di Kecamatan Sirampog ternyata masih aman digunakan kembali sebagai pemukiman penduduk.

Kendati tidak jadi direlokasi, tetapi Bupati Brebes berjanji akan memberikan bantuan bagi warga yang mempunyai keniatan pindah rumah karena tempat tinggalnya rusak akibat bencana tersebut. “Patut kita syukuri, kaena warga yang terdampak tidak perlu pindah atau membeli tanah baru ke tempat lain,” ujar Bupati Brebes, Idza Priyanti saat menyalurkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes kepada para warga terdampak bencana alam tanah bergerak di Aula Kecamatan Sirampog, Selasa (23/03).

Dia mengatakan, berdasarkan hasil kajian dari Tim Peneli Geologi Jawa Tengah, lokasi tanah bergerak di Kecamatan Sirampog ternyata masih aman untuk digunakan kembali sebagai pemukiman penduduk. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat membangun kembali rumahnya di lokasi tersebut. Namun apabila ada warga yang ingin pindah ke tempat lain, karena rumahnya rusak parah atau rusak berat, akan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta, tergantung nilai kerusakannya. Bantuan yang diberikan berupa material dan akan dikirim dari Bandung. Sedangkan ongkos pengiriman akan dibantu Pemerintah Kabupaten Brebes. Bantuan berbentuk material rumah semi permanen. “Sedangkan untuk yang rumahnya rusak sedang dan ringan akan dibantu Pemkab Brebes yang bersumber dari APBD senilai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta,” ungkapnya.

Bupati mengaku, prihatin dengan bencana alam tanah bergerak tersebut. Semoga warga yang rumahnya terdampak bencana diberi kesabaran dan tetap semangat. Pihaknya telah memeritahkan kepada desa agar warganya yang terdampak bencana untuk didata. Siapa saja yang mau pindah dan siapa yang akan tetap bertahan di lokasi semula. Sehingga nantinya bantuan yang dikucurkan tepat sasaran dan sesusai kebutuhan berdasarkan kerusakan. “Kalau hari ini, bantuan bersumber dari Baznas Kabupaten Brebes,” sambungnya.

Sementara Plt Camat Sirampog Lukman Hakim SH mengungkapkan, ada tiga desa yang terdampak bencana alam tanah bergerak. Yakni, di Desa Buniwah ada sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) dan 1 Masjid yang terdampak. Kemudian, di Desa Manggis ada 25 KK dan 1 Masjid, dan Desa Kaligiri 26 KK dan 1 Sekolah. “Totalnya ada 67 KK yang terdampak, 2 masjid dan 1 sekolah,” terangnya.

Ketua Baznas Kabupaten Brebes, Abdul Haris mengatakan, Baznas mendistribusikan bantuan kepada warga Kecamatan Sirampog yang terdampak bencana tanah bergerak sebesar Rp 109 juta. Dengan rincian, untuk rumah rusak ringan Rp 500 ribu, rumah rusak sedang Rp 1 juta, rumah rusak berat Rp 2 juta dan untuk Sekolah Rp 5 juta.

Bencana alam tanah bergerak itu terjadi Rabu (13/1/2021) lalu. Akibat bencana alam itu dilaporkan telah merusak 78 bangunan dengan rincian 73 rumah warga selebihnya 5 mushola dan sekolah di tiga desa Kecamatan Sirampog.

(T07-red)

BERITA LAINNYA