Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Tegal Negatif Terinfeksi Virus Korona

- Sempat Viral di Medsos

260

TEGAL – Merebaknya informasi seorang warga Kota Tegal yang diduga suspect Novel Corona Virus (nCoV) di sosial media, Senin (3/2) sore, membuat kepanikan di sejumlah kalangan. Namun dari dari hasil pemeriksaan resmi pihak RSID Kardinah Kota Tegal, diketahui negatif terinfeksi virus yang menggemparkan dunia ini. Berikut fakta-fakta yang dibeberkan pihak RSUD Kardinah Kota Tegal.

Plt Dirut RSUD Kardinah Kota Tegal, dr Hery Susanto mengungkapkan, insiden itu bermula dari salah satu warga Kelurahan Krandon berinisial W (24) yang mengalami sakit. Saat didiagnosa petugas medis di Puskesmas Krandon, W (24) mengeluhkan gangguan saluran pernafasan, batuk dan terdapat riwayat demam. Gejala itu telah dirasakan W sejak empat hari belakangan.

“Sakit yang diderita pasien ini menunjukkan gejala mirip paparan Corona Virus. Setelah diperiksakan pihak keluarga di Puskesmas, dia kemudian dirujuk ke sini (Kardinah-red),” kata dr Hery.

Baca Berita Terkait : Viral di Medsos, Ada Warga Tegal Suspect Virus Korona

Lebih lanjut dr Hery menjelaskan, jauh sebelum kedatangan pasien warga Kelurahan Krandon, Kecamatan Maragadana itu, pihaknya telah membentuk tim adhoc penanganan corona virus. Dimana RSUD Kardinah sudah menyiapkan tenaga medis, paramedis, sarana prasarana, obat-obatan, serta alat pelindung diri (APD).

Sementara itu, dokter penanggungjawab pasien yang diduga suspect Virus Korona RSUD Kardinag Kota Tegal, dr Reni Ari Martani, SpP mengatakan, terdapat empat kriteria pasien yang terinfeksi Corona, seperti diantaranya yakni pasien dalam pemantauan. Dimana tata laksana pasien dalam pemantauan, dia dapat melakukan rawat jalan dengan diobservasi oleh fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Kemudian pasien dalam pengawasan, dimana pasien tersebut diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit. Berlanjut pada pasien suspect dan pasien confirm, atau dari hasil pemeriksaan sudah positif terpapar nCoV.

“Pada saat pasien W datang, dia tergolong sebagai pasien suspect dengan keadaan yang stabil. Dia sadar penuh dan bisa diajak untuk berkomunikasi,” ungkapnya.

Setelah dikaji ulang, sambung dia, pasien W ternyata tidak pernah melakukan perjalanan ke Cina maupun pergi ke Wuhan, seperti apa yang diinformasikan di sosial media. Bahkan, dalam 14 hari terakhir, dia tidak pernah melakukan kontak fisik dengan penderitat terinfeksi nCoV.

Selain itu, pasien juga tidak memiliki riwayat mengkonsumsi hewan yang terinfeksi nCoV, sehingga pihaknya menyimpulkan W (24) tidak termasuk dalam pasien suspect Corona Virus. Hanya saja, pada satu bulan yang lalu, W sempat berkunjung ke salah satu rekannya di Jakarta yang baru saja pulang dari Tiongkok. “Karena selama 14 hari tidak pernah kontak, tidak memakan hewan yang terinfeksi nCoV, maka status pasien W kita turunkan dari suspect menjadi pengawasan. Namun, dia akan melakukan beberapa prosedur,” tukasnya.

(haikal-red2)

BERITA LAINNYA