Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Resah Atas Tagihan Tunggakan Iuran BPJS

102

TEGAL – Sejumlah warga di Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal mengaku resah terhadap hadirnya petugas yang datang untuk menagih tunggakan iuran BPJS. Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Zaenal Nurohman usai menggelar reses pada masa persidangan III tahun 2019 di Jalan H Sriyono Nomor 16 Sumurpanggang, Jumat (6/12).

Menurut dia, warga merasa terbebani kehadiran petugas yang menagih tunggakan iuran BPJS karena mereka belum bisa melunasi. Bahkan, warga merasa seperti ditagih tukang kredit. Atas persoalan tersebut, Zaenal berharap Pemkot Tegal agar turut menyelesaikan persoalan tersebut, paling tidak mencarikan solusi yang dihadapi warga. “Keluhan dari warga saat reses terkait BPJS sebagian warga mulai terbebani dengan tunggakan yang belum dapat mereka selesaikan,” katanya.

Sementara itu, di tempat terpisah dalam reses yang dilaksanakan anggota DPRD, Moh Muslim dari Fraksi Golkar, sejumlah warga lanjut usia (Lansia) Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana berharap untuk dimasukan dalam program non (Program Keluarga Harapan (PKH).

“Banyak warga lansia yang ingin didaftarkan dalam program non PKH. Apabila ingin masuk ke program PKH ada persyaratan yang tidak bisa dipenuhi agar bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah setiap bulannya,” kata Moh Muslim.

Menurut dia, terkait persoalan tersebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Dihrapakan dinas akan mengakomodir masukan dari konstituen dan masyarakat. “Kita akan berkoordinasi dengan jajaran terkait. Mereka yang usianya diatas 70 tahun agar bisa diikutkan dalam program non PKH,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain persoalan tersebut, warga juga mengusulkan agar penjaga pintu air yang ada di empat titik di wilayah Kelurahan Sumurpanggang mendapat bantuan honor dari Pemkot Tegal. Dengan demikian, bisa membantu mereka dan semakin meningkatkan kinerjanya. (Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA