Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Margaayu Tuntut Pembangunan Pabrik Dihentikan Sementara

83

SLAWI,smpantura.com – Warga Desa Margaayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal menuntut pembangunan pabrik di wilayahnya ditutup sementara. Hal itu dikarenakan pabrik tersebut diduga belum berizin dan belum sosialisasi kepada warga.

Tuntutan itu disampaikan saat Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Margaayu melaporkan pembangunan pabrik tersebut di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Jumat (16/7). Kedatangan Karang Taruna itu didampingi salah satu Perangkat Desa Margaayu.

Anggota Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Margaayu, Waryo mengatakan, warga resah dengan pembangunan pabrik yang berlokasi di RT 05 RW 01 Desa Margaayu. Pasalnya, warga belum mendapatkan sosialisasi tentang pembangunan pabrik tersebut.

“Kami juga menduga bahwa pembangunan pabrik yang saat ini mulai perataan tanah belum berizin,” ujarnya.

Menurut dia, perataan tanah di lokasi pembangunan pabrik itu, telah menutup saluran air pembuangan limbah rumah tangga. Hal itu bisa menjadi penyebab banjir yang imbasnya keperumahan warga yang berjarak sekitar 500 meter. Sementara ini, lahan seluas 5 hektare baru dilakukan perataan tanah seluas 1 hektare.

“Kami datang ke sini untuk melaporkan dan mempertanyakan tentang izin pembangunan pabrik itu. Jika tidak ada izinnya, kami minta untuk dihentikan sementara,” katanya.

Staf Pengendalian Pencemaran Kerusakan dan Penaatan Hukum Lingkungan (PPKPHL) DLH Kabupaten Tegal, Saeful Arifin dan Suparjo membenarkan adanya laporan dari Karang Taruna Margaayu. Mereka mengadukan pembangunan pabrik yang diduga belum berizin dan belum sosialisasi ke warga.

“Soal izin di Bidang Tata Lingkungan. Kami akan cek perizinan dan cek lapangan,” ujarnya.

Camat Margasari, Sularko Bekti Raharjo menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkompincam Margasari terkait persoalan tersebut. Pihaknya sempat bertemu dengan pemilik tanah bahwa proses itu hanya perataan tanah dan tidak untuk dijualbelikan. Pihak pemilik mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal. Diperoleh informasi dari pemilih tanah, peratakan tanah tidak memerlukan izin. Sementara itu, untuk informasi tindaklanjut perataan tanah belum mendapatkan informasi detail.

“Kami meminta dipastikan kembali ke DPMTSP, apakah benar tidak memerlukan izin? Ini ramah DPMTSP,” terangnya.

Kepala DPMTSP Kabupaten Tegal, Fakihurrohim saat dihubungi belum bisa dimintai penjelasan terkait izin perataan tanah di Desa Margaayu. (T05-Red)

BERITA LAINNYA