Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Keluhkan Penutupan Saluran Irigasi Bagi Pembangunan Pabrik

163

BREBES – Proyek pembangunan untuk pengembangan pabrik di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kini dikeluhkan warga sekitar. Sebab dalam pelaksanaannya, poyek itu menutup saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian warga. Parahnya lagi, penutupan saluran irigasi tersebut warga tidak pernah diajak musyawarah.

“Bagaimana kami tidak mengeluh, saluran irigasi yang ditutup itu, selain sebagai sumber pengairan lahan pertanian, juga sebagai saluran buangan yang berfungsi untuk mengatasi banjir. Kalau seperti ini, lahan kami kesulitan air, dan dikhawatirkan saat musim hujan bisa memicu banjir,” ujar Jono (40), salah seorang warga.

Dia menuturkan, saluran irigasi itu ditutup untuk aksen jalan kendaraan pengangkut material pembangunan pabrik. Penutupan saluran sudah berlangsung hampir satu bulan. “Mestinya, saluran jangan ditutup rapat seperti itu. Kami juga mempertanyakan, apakah penutupan saluran sudah melalui proses izin atau belum. Itu karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Wanto (44). Menurut dia, warga yang mempunyai kepentingan dengan saluran tersebut belum pernah diajak bicara. Mestinya pihak pelaksana melakukan sosialisasi dengan warga sekitar. Sehingga, warga juga bisa memberikan masukan. Di sisi lain, untuk penutupan saluran irigasi juga diperlukan perizinan kepada instansi terkait. “Kalau tidak ada izin, berarti itu sama juga melanggar aturan. Apalagi, ini jelas merugikan kami, karena aliran irigasi menjadi tidak lancar. Dampak kedepan, kami khawatirkan akan memicu banjir saat musim penghujan,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, saluran irigasi yang ditutup itu memiliki lebar sekitar 3-4 meter. Saluran irigasi ditutup dengan urugan tanah, yang kemudian difungsikan sebagai jalan. Sejumlah kendaraan berat dan truk material juga nampak melakukan aktivitas di lahan tersebut. Beberapa truk pengangkut material juga melintas melalui saluran irigasi yang telah ditutup tersebut.

Terpisah, Camat Bulakamba, Sugeng Basuki mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan pengajuan izin atau pun pemberitahuan terkait aktivitas proyek pembangunan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan memerintahkan Kasi Trantib guna mengecek ke lokasi. Hal itu untuk mengetahui secara pasti kondis di lapangan terkait penutupan saluran irigasi tersebut. Jika benar ada penutupan saluran irigasi, dikhawatirkan bisa memicu gejolak warga, khususnya petani. Sehingga perlu diantisipasi. “Besok saya perintahkan Kasi Trantib untuk cek lapangan. Sehingga, nantinya ada solusi yang baik jika memang proyek pabrik itu menutup saluran irigasi,” terangnya saat dihubungi melalui telepon.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA