Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Dilarang Takbir Keliling

121

SLAWI,smpantura.com – Menyambut datangnya Idul Fitri 1442 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Tegal dilarang melakukan kegiatan takbir keliling, baik yang dilakukan dengan berjalan kaki maupun dengan kendaraan. Hal ini untuk mengantisipasi keramaian.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno menyampaikan, takbiran Idul Fitri 1442 Hijriah dapat dilakukan di masjid/mushala yang dihadiri maksimal 10 persen dari kapasitas, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat dan dapat disiarkan secara virtual sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/mushala.

Menurut Sukarno larangan takbir keliling tertuang dalam Surat Edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng Nomor: 06.003/Kw.11.1/5/HM.00/05/2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi Provinsi Jawa Tengah di saat Pandemi Covid-19, tertanggal 6 Mei 2021.

Surat edaran tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: SE.07 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah di Saat Pandemi Covid-19, tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi di Masa Pandemi Nomor: 02/DP-P.XIII/T/IV/2021 tanggal 24 April 2021, dan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5/0007136 tanggal 4 Mei 2021.

Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan, pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah , zakat maal , infaq, sedekah, dan fidyah agar menghindari terjadinya kerumunan massa dengan cara pelayanan melalui electronic channel dan pendistribusian langsung ke tempat tinggal mustahik.

Mengenai pelaksanaan Shalat Idul Fitri, kata dia, masyarakat dapat melaksanakan di masjid/mushala dengan jamaah 50 persen dari kapasitas, dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai kebijakan Pemerintah dan tidak menyelenggarakan di lapangan terbuka dengan jamaah besar dan heterogen.

Untuk pelaksanaan khutbah paling lama 20 menit dengan tetap memenuhi syarat rukun khutbah.

Sukarno menambahkan, bagi para lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan , disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan.

Kemudian, bagi masyarakat yang berada pada zona orange dan merah, shalat idul fitri dilaksanakan di rumah bersama keluarga inti (tidak melaksanakan shalat Idul Fitri di tempat lain).

“Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang,”jelasnya.

Dalam pelaksanaanya, seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama shalat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah Idul Fitri di masjid dan lapangan.

“Usai melaksankan shalat Idul Fitri, jamaah diminta kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik,”pesannya.

Sukarno menambahkan, untuk silaturahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan open house/halal bihalal di lingkungan kantor atau komunitas. (T04-Red)

BERITA LAINNYA