Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Diimbau Tidak Sembarang Swafoto Dengan Turis Asing

131

SLAWI- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan wabah virus Korona atau Covid-19 di Gedung Lantai 2  PMI Kabupaten Tegal, Kamis (12/3).

Kegiatan diikuti oleh pengurus PMI Kabupaten dan Kecamatan, pembina PMR Madya, Wira, relawan PMI (KSR, Sibat , Forpis) dan staf PMI Kabupaten Tegal.

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut,  selain mendapat materi tentang  cara pencegahan terhadap virus Korona dari Dinas Kesehatan, peserta juga diajar enam langkah cuci tangan menggunakan air mengalir dan pakai sabun. Dipandu relawan PMI, peserta ikut mempaktekkan cara mencuci tangan pakai sabun seperti disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) .

Banyak pertanyaan tentang virus Korona dan cara pencegahannya yang diajukan peserta  kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji dan Kepala  Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) , Joko Wantoro, yang menjadi narasumber pagi itu.

Salah seorang peserta bertanya tentang pencegahan penularan virus Korona karena hendak melakukan wisata ke Bali.

Kepala Dinas Kesehatan, Hendadi Setiaji menyarankan, dalam kondisi seperti saat ini, rencana wisata ke Bali atau destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis agar ditunda. Tetapi apabila  tetap dilaksanakan maka ada cara pencegahan yang bisa dilakukan.

Diantaranya tidak sembarang foto bersama dengan turis atau mengurangi kontak dengan warga asing.

“Misal bertemu dengan turis bule, biasanya kita mengajak mereka untuk selfi. Sebaiknya itu dihindari. Demikian juga kalau ke pantai, hindari kontak dengan turis ,”sebutnya.

Selain itu, selama berwisata, hendaknya tetap menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan saat masuk ke dalam bus . Kebersihan di dalam bis juga harus dijaga.

Hendadi  menyarankan agar masyarakat tidak perlu panik dengan wabah  virus Korona. Hal terpenting, masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan penularan virus Korona dengan cara cuci tangan pakai sabun, mengonsumsi makanan gizi seimbang , perbanyak buah dan sayur, menggunakan masker bagi yang sedang  batuk dan pilek, tidak mengonsumsi hewan liar atau daging tidak dimasak

“Kalau sehat tidak perlu pakai masker. Masker digunakan oleh orang sakit. Kita jaga jarak saja apabila ada orang yang batuk. Jangan ketakutan sendiri,”tutur Hendadi yang juga Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Kabupaten Tegal.

Lalu bagaimana dengan mereka yang hobi belanja online? Hendadi menyebutkan, hal itu tidak menjadi masalah, asalkan setelah membuka bungkus barang  langsung cuci tangan.

“Virus ini belum ada obatnya, vaksin sedang dibuat beberapa negara. Virus ini bisa mati dilawan oleh kekebalan tubuh kita. Jadi tidak perlu khawatir,”terangnya menjawab pertanyaan peserta.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Joko Wantoro mengatakan, saat ini Covid-19 sudah menyebar ke 104 negara.

Untuk itu, WNI yang terpaksa melakukan perjalanan ke negara/wilayah terjangkit virus Korona disarankan menggunakan masker ketika berada di kerumunan/keramaian, disarankan tidak mengunjungi pasar hewan.

Apabila sakit pernafasan selama di negara terjangkit atau sekembali ke tanah air, segera ke pelayanan kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanan.

“Bila pulang dari negara terjangkit,lakukan pemeriksaan kesehatan selama 14 hari sejak kedatangan di tanah air ke puskesmas, dokter kelurga dan RS,”sebutnya.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo mengatakan, sosialisasi dan edukasi ini diberikan sebagai langkah –langkah dan kebijakan PMI dalam kesiapsiagaan dan respon menghadapi potensi bencana kesehatan (wabah/pandemi) CoViD-19 sehingga PMI secara organisasi siap menghadapi dan melaksanakan kegiatan operasional rutin maupun respons bencana dalam kondisi wabah/pandemi Covid-19

“Kegiatan ini sebagai langkah kesiapsiagaan PMI dalam membantu pemerintah, dalam antisipasi pengendalian virus Korona,”sebutnya.

Harapannya setelah mengikuti sosialisasi dan edukasi tersebut, peserta dapat memahami pengertian Novel Coronavirus. Kemudian, dapat mensosialisasikan hasil sosialisasi kepada anggota warga belajar di sekolahnya dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Peserta dapat melakukan penyuluhan edukasi kesehatan tentang pencegahan vieus Korona dengan melakukan PHBS berupa cuci tangan dengan menggunakan sabun dan menggunakan masker yang benar.

“Ke depan kami akan membuat leaflet berisi tentang infomasi virus Korona, cara pencegahan penularannya, agar masyarakat tidak panik,”sebutnya. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA