Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Desa Pagerwangi Dilatih Manajemen Kepariwisataan Desa

223

SLAWI-Pemerintah Desa Pagerwangi bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tegal menggelar pelatihan kepariwisataan desa  bagi warga Desa Pagerwangi, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Pelatihan yang dilaksanakan di Terminal Wisata Sembrani Stable , Jalan Raya Yomani Guci, Desa Pagerwangi ini dibuka Bupati Tegal Umi Azizah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Tegal, Suharinto dan Forkopincam Balapulang. Sedikitnya ada 40 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

Bupati Tegal Umi Azizah mengapresiasi pelatihan tersebut. Diharapkan, pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan warga Desa Pagerwangi tentang kepariwisatan.

Seperti diketahui, Desa Pagerwangi tengah mengembangkan  wisata via ferata Bukit Rangkok . Desa tersebut juga memiliki produk tempe ireng, yang sedang diupayakan dikembangkan oleh pemerintah desa dan BPPD Kabupaten Tegal.

Umi menyebutkan, pariwisata saat ini menjadi salah satu program unggulan daerah yang dijadikan sebagai leading sector pembangunan dengan harapan dapat menggerakkan sektor-sektor lainnya supaya cepat tumbuh dan berkembang.

“Pariwisata memberikan dampak multiplier, sehingga Pemkab Tegal menjadikan pariwisata sebagai salah satu program unggulan . Apalagi saat ini tersedia jalan tol, dari Semarang-Tegal bisa ditempuh 90 menit,”sebutnya.

Umi menyebutkan, kegiatan yang dilakukan  dalam rangka memperkuat kapasitas pengelola pariwisata di daerah ini. Wisatawan akan senang datang dan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata  kalau pengelolaannya bagus.

“Pengelolaan di sini berkaitan dengan manajemen usaha perjalanan wisata, manajemen pengelolaan destinasi pariwisata dan Sapta Pesona, penyusunan paket wisata, dan profesionalisme pemandu wisata (guide),”tuturnya.

Berbicara sektor pariwisata, kata Umi, identik dengan keramahan, keindahan, kenyamanan dan hal-hal positif lainnya, termasuk kesejahteraan warganya.  “Bagaimana mengupayakan turis mau datang kemari ,tidak hanya kangen dengan sate  Tegal tapi juga makanan lainnya,”ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Umi juga mengingatkan warga untuk mengurangi sampah plastik. Termasuk di tempat wisata Bukit Rangkok Pagerwangi. Kebiasaan  hidup bersih harus tertancap di hati dan pikiran

“Biasakan untuk mengurangi sampah plastik. Hindari menggunakan minuman kemasan plastik. Pilah sampah dari rumah . Pisahkan sampah plastik, kaleng, organik,”sebut Umi.

Berkaitan pengembangan destinasi wisata di Pagerwangi, Umi mengaku senang dengan rencana adanya kampung anggur yang akan dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Tegal, Eko Budi Hartono mengatakan, BPPD sebagai inkubator kemitraan telah mengadakan pelatihan pembuaan tempe ireng dan makanan turunan dari tempe ireng dengan maksud mengenalkan  tempe ireng  kepada masyarakat luas sehingga bisa diserap oleh warung, restoran bahkan hotel di Kabupaten Tegal.

Selain itu pelatihan kerajinan bambu, yang hasilnya sudah dipesan oleh konsumen dari luar daerah.

“Tinggal kita bikin stempel , karena kerajinan harus memiliki karakteristik dan ciri unik poduk khas Pagerwangi, “sebutnya.

BPPD  juga mengadakan pelatihan manajemen pengelolaan wisata yang dilanjutkan dengan pelatihan home stay (rumah andon turu) dan  pelatihan kampung anggur . Kampung anggur akan dibentuk di Dukuh Renon RW 2 untuk menambah daya tarik wisata Desa Pagerwangi.

Pelatihan guide juga akan diberikan kepada warga Desa Pagewangi. BPPD akan bekerjasama dengan komunitas pecinta alam dari sejumlah peguruan tinggi dan SMA/SMK dan organisasi pecinta alam lainnya, untuk bisa berkolaborasi mendukung optimalisasi kunjungan ke Desa Wisata Via Ferata Bukit Rangkok.

Pendamping Desa Balapulang, Aris Teguh Handoyo mengatakan,  jumlahpengunjung  Wisata Bukit Rangkok berkisar 30 sampai 40 pengunjung setiap minggunya (Sabtu dan Minggu) atau sekitar 150 pengunjung per bulan.

Dengan adanya bantuan Pelatihan Kepariwisataan Desa Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Kementerian Desa dan PDTT RI, diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Desa Pagerwangi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Porapar, Suharinto mengajak warga di sekitar onjek wisata menerapkan Satpa Pesona. Hal itu penting dilakukan agar wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara tertarik dan ingin datang kembali ke objek wisata yang ada di Kabupaten Tegal itu.

Melalui gerakan Sadar Wisata, masyarakat diharap ikut memiliki ,merawat dan memelihara tempat wisata sebagai sumber perekonomian. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA