Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Brebes ODP Korona Melonjak Hingga 1.407 Orang

- imbas Pemudik Pulang Kampung Masal

352

BREBES – Jumlah warga di Kabupaten Brebes yang masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus korona atau Covid-19, mengalami lonjakan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.407 warga masuk ODP. Padahal pada pekan lalu jumlahnya masih di bawah angka 1.000 orang.

Melonjaknya jumlah ODP itu terjadi menyusul banyaknya pemudik dari beberapa kota zona merah Covid-19, yang pulang kampung ke Brebes secara masal. Sesuai instruksi Gubernur, semua pemudik dari zona merah wajib masuk dalam ODP dan harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Data Dinas Kesehatan Kabupateb Brebes menyebutkan, hingga saat ini tercatat sebanyak 1.407 orang ODP. Dari jumlah ini, 350 orang selesai pemantauan. Kenaikan juga terjadi pada jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang beberapa hari lalu hanya 28 orang, kini naik menjadi 36 orang. Dari jumlah ini 21 orang di rawat dan 15 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan untuk warga terkonfirmasi positif Covid-19 nihil. Sementara dari hasil pendataan di tingkat kecamatan, jumlah pemudik dari Jakarta yang sudah pulang kampung ke Brebes mencapai angka 44.000 orang.

“Dari data kami, memang jumlah ODP dan PDP mengalami kenaikan. Saat ini jumlah ODP ada sebanyak 1.407 dan PDP sebanyak 36,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sartono melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Imam Budi, Selasa (7/4).

Dia mengungkapkan, melonjaknya jumlah ODP tersebut sebagai imbas para pemudik dari beberapa zona merah, seperti Jakarta dan Bekasi ramai-ramai pulang kampung. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) mereka yang baru datang dari zona merah harus masuk ODP dan dilakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. “Naiknya jumlah ODP ini karena faktor banyaknya pemudik yang pulang kampung. Mereka sebelumnya merantau dari zona merah covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini jumlah pemudik yang pulang kampung ke Brebes mencapai 44.000 orang. Untuk mengantisipasi kedatangan pemudik, sejumlah posko pemeriksaan telah didirikan di titik perbatasan dan tempat turun pemudik, seperti di pool bus. Di tingkat desa, setiap pemudik yang baru datang juga didata dan diperiksa kesehatannya. “Ini kami lakukan semata-mata sebagai upaya pencegahan dan antisipasi,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA