Take a fresh look at your lifestyle.

Wali Kota Tegal Jamin Tak Ada Kecurangan Dalam Seleksi CPNS

133

TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono memastikan tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Tegal, melalui Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar di Universitas Dian Nuswantoro, Jum’at (14/2) siang.

Dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT, Dedy Yon menjamin seleksi CPNS 2020 berjalan secara transparan dan dipastikan tidak akan terjadi kecurangan.

“Mulai sekarang masyarakat harus diedukasi, bahwa tes CPNS berlangsung terbuka. Tidak dibenarkan jika masih ada yang mengaku-ngaku bisa menjamin seseorang diterima menjadi CPNS,” tegas Wali Kota usai melakukan tinjauan.

Turut hadir dalam tinjauan, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, bersama Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, Wakil Ketua DPRD, Habib Ali Zaenal A, Sekretaris Daerah (Sekda), Dr Johardi beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tegal.

Dedy Yon menambahkan, sistem seleksi CPNS yang dilakukan sekarang ini sudah terbuka. Dimana kesemuanya itu dilakukan dalam jaringan (daring) atau online. Bahkan, setelah peserta selesai mengikuti tes, hasilnya dapat diketahui secara langsung.

“Dengan adanya seleksi ini, kami berharap dapat menerima generasi Aparatur Sipil Negara (ASN) baru yang memiliki dedikasi tinggi dan baik,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tegal, Irkar Yuswan Apendi menyampaikan, jumlah peserta tes seleksi CPNS mencapai 3.654 orang dari jumlah total pendaftar 4.068 orang. Nantinya, mereka akan memperebutkan 205 formasi.

Dijelaskan lebih lanjut, proses seleksi berlangsung selama dua hari, Jum’at (14/2) hingga Sabtu (15/1) dan dibagi menjadi delapan sesi. Dimana pada hari Jum’at terdiri empat sesi dan hari Sabtu terbagi menjadi empat sesi.

“Peserta dapat mengetahui secara langsung nilai yang diperoleh melalui beberapa layar monitor yang telah disediakan. Mereka bisa memantau langsung, apakah hasil tesnya melampaui passing grade atau tidak,” pungkasnya.

Dia menambahkan, hasil penilaian SKD dibagi menjadi tiga unsur, dan masing-masing unsur memiliki nilai passing grade. Dimana Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) memiliki nilai passing grade 65, Tes Intelegensi Umum (TIU) 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 126.

Menurut Irkar, semua unsur harus terpenuhi nilai passing gradenya. Sesuai aturan, tidak bisa satu untur tertinggal atau nilai passing gradenya ada yang kurang disalah satu unsur.

Setelah melakukan tes SKD, bagi mereka yang lolos akan kembali mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) yang rencananya akan diselenggarakan pada Maret 2020 mendatang. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA