Take a fresh look at your lifestyle.

Wali Kota Tegal Ajak Kepala Daerah Berlakukan Isolasi Wilayah

156

TEGAL – Setelah dirasa cukup mampu untuk melindungi warganya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono akhirnya memberlakukan isolasi wilayah di Kota Bahari, Minggu (29/3) sore. Beberapa ruas jalan dipagari beton seberat hampi satu ton, untuk meminimalisir masyarakat luar daerah yang akan menuju pusat kota.

Langkah ini diambil, sebagai antisipasi peredaran Covid-19 di Kota Tegal, mengingat selama ini Tegal menjadi kota rujukan penanganan Covid-19 dari berbagai daerah tetangga. Puncaknya, Negeri Tahu Aci ini ditetapkan menjadi zona merah di Jawa Tengah, menyusul satu pasien PDP dinyatakan positif terpapar virus mematikan tersebut pada pertengahan Maret 2020 lalu.

Berbagai persiapan dan konsep telah dikaji berulang kali, sebelum akhirnya isolasi wilayah benar-benar diberlakukan. Bahkan, pemilihan istilah tersebut juga sempat menuai pro dan kontra di berbagai kalangan. Tak terkecuali, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk mengubah istilah local lockdown menjadi isolasi wilayah.

Usai memimpin langsung pemasangan beton di Gerbang Selamat Datang, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tegal Selatan, Dedy Yon mengajak seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk menerapkan isolasi wilayah, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Dengan mengenakan pakaian dinas Satpol PP, Dedy menegaskan, penerapan isolasi wilayah merupakan langkah pencegahan untuk menyelamatkan diri, keluarga dan warga. Dalam praktiknya, para kepala daerah dapat mengambil kebijakan yang hanya bersifat kondisional.

“Sekali lagi, saya ajak seluruh Bupati dan Wali Kota untuk menerapkan ini. Kalau tidak saudara yang memutuskan, siapa lagi. Jangan sampai menyesal di kemudian hari,” katanya.

Adapun pelaksanaan isolasi wilayah di Kota Tegal berlangsung selama empat bulan, terhitung 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020. Dimana penerapannya, setiap perbatasan dipasang beton untuk menghalau laju kendaraan dari luar daerah.

Nantinya, setiap kendaraan akan memasuki jantung kota melalui pintu yang telah disediakan. Pada pintu tersebut, akan dilengkapi alat penyemprot desinfektan, petugas berpakaian APD dan kamera pengawas (CCTV-red).

“Warga diperiksa suhu tubuhnya dan menunjukkan identitas. Mereka akan terekam kamera CCTV, sehingga pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat terdeteksi,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah jalan protokol telah ditutup menggunakan beton. Terdapat empat pintu masuk menuju pusat kota, yang berada di Jalan Sultan Agung, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Proklamasi dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Untuk menyukseskan kebijakan tersebut, Pemkot akan gencar melakukan sosialisasi. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA