Take a fresh look at your lifestyle.

Wagub Jateng Jadi Rebutan Selfie Wisudawan PHB Tegal

- Ajak Mahasiswa Tak Mudah Terprovokasi

168

TEGAL – Jurus baru, cepat merebut simpati banyak orang, ditunjukkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, usai memberi sambutan di Wisuda Ke-3 Sarjana Terapan dan Wisuda Ke-15 Ahli Madya, Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, Rabu (9/10).

Mantan anggota DPRD Jateng itu, menjadi rebutan selfie para wisudawan PHB Tegal. Itu ketika dia mengawali dengan melakukan foto selfie dari kamera handphone sendiri, dengan latar belakang para wisudawan. ”Ayo-ayo mendekat, kumpul bareng biar bisa foto-foto untuk kenang-kenangan,” ucap Taj Yasin kepada para wisudawan.

Total wisudawan dari tujuh program studi di PHB Tegal sebanyak 1.478 orang. Mereka sebelumnya telah diwisuda Direktur PHB Tegal Mc Chambali BEng EE MKom. Sedangkan penyelempangan tali toga wisudawan, dilakukan masing-masing Kaprodi.

Sementara itu, ajakan Taj Yasin sontak menarik perhatian wisudawan. Baik wisudawan terbaik yang duduk di kursi paling depan, maupun wisudawan lainnya. Mereka langsung mengkerubutinya.

Usai berfoto selfie dengan latar belakan para wisudawan dan wisudawati, dia sambil mengepalkan tangan memberi semangat berjalan menuju keluar gedung tempat acara wisuda itu. Yakni, di Sebayu Conventional Hall Bahari In Hotel Tegal.

Didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdillah MS SKom SH MH, Wagub pun menyalami satu persatu wisudawan yang duduk di kursi depan. Tapi saat menyalami wisudawan terbaik yang duduk di paling ujung, dia beraksi dengan memberikan untaian bunga melati yang dikalungkan ke salah seorang wisudawan itu.

Dicegat Wisudawati

Baru berjalan beberapa langkah menuju keluar lokasi wisuda, dia langsung dicegat sejumlah wisudawati. ”Pak foto selfie dengan saya dan teman-teman, dong,” ucap salah seorang wisudawati.

Permintaan itu pun tak ditolak. Taj Yasin langsung melayani ajakan foto bersama via kamera hp. Di sepanjang keluar pintu keluar lokasi wisuda, Wagub Jateng tersebut, pun banyak mencapat cegatan wisudawati, meminta berfoto selfie. Bahkan jadi rebutan berfoto selfie, khusus dari para wisudawati.

Sikap ramah dalam berkomunikasi dan berempati Taj Yasin, terus terjadi disepanjang melangkah keluar gedung tersebut. Dia tak hanya menyapa wisudawan dan wisudawati. Anak-anak dan orang tua atau dari keluarga wisudawan, pun disalami.

Hal itu terjadi berkali ulang, sampai di luar gedung tempat wisuda. Bahkan mengajak ngobrol cukup asyik dengan keluarga wisudawan, yang penasaran dengan gaya simpatik dan ramah Wagub Jateng, saat berada di dalam gedung.

Sebelumnya Wagub Taj Yasin di acara wisuda itu, didaulat memberi sambutan. Dia lebih banyak menyoroti peran generasi muda, seperti mahasiswa. Juga lulusan perguruan tinggi, yang telah diwisuda hari itu. Dia mengajak agar generasi muda yang telah mengenyam pendidikan tinggi, dapat menjadi solusi dalam menapaki tantangan zaman yang cepat berubah.

Hanya Mencuplik

Meski memegang teks sambutan, tapi Wagub Jateng tak membacakan secara utuh. Dia hanya mencuplik beberapa hal penting dan sampaikan dengan gaya bahasanya sendiri. Mulai dari isu mencintai Papua, hingga nuansa yang memancing untuk membeda-bedakan suku, ras dan agama.

Menurut dia, sudah sejak lama Pemprov Jateng sangat memperhatikan dan mencintai warga Papua. Pelajar dan mahasiswanya yang menempuh pendidikan di Jateng, telah tersebar di 35 daerah tingkat dua.

”Semua diterima warga dengan baik. Tidak ada masalah. Tidak ada yang mempertanyakan mereka berasal dari mana, dari suku apa, agamanya apa. Tapi bisa berbaur secara baik dengan warga di Jateng,” ucap dia.

Dia pun berharap dan mengajak mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi yang akrab dengan hp atau teknologi internet, tak mudah terprovokasi oleh unggahan atau postingan yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Perangkat teknologi informasi berwujud hp android, kata dia, memang harus berada di tangan orang-orang yang baik, berkarakter unggul, dan genarasi yang kelak akan memegang kendali bangsa. Sebaliknya bila digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, bisa membuat kekacauan.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA