Take a fresh look at your lifestyle.

Wagub Berbagi Tips Tangani Kemiskinan di Brebes

139
  • 347.368 Rumah Tangga di Brebes Prasejahtera

BREBES – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maimun berbagi tips dalam menangani masalah kemiskinan di Kabupaten Brebes. Apalagi hingga kini, di kabupaten paling barat Jawa Tengah itu masih ada sebanyak 347.368 rumah tangga yang masuk prasejahtera.

Tips penanggulangan kemiskinan itu, diberikan Gus Yasin saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Brebes, Selasa (26/11), di Gedung PGRI Brebes.

Menurut Wagub, tips untuk menurunkan angka kemiskinan, dengan cara melihat data yang riil di lapangan. Yakni melalui verifikasi data yang valid penduduk miskin di Brebes. Jangan sampai data yang disodorkan tidak valid dan berbeda-beda antara instansi yang satu dengan lainnya. Untuk itu, perlu dibangun sinergi dalam penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah. “Bagaimana bantuan warga miskin ini tepat sasaran, kalau datanya saja tidak valid,” tandasnya.

Dia menandaskan, jangan menganggap kemiskinan sebagai barokah. Karena dari Kemiskinan sering mendapatkan bantuan pemerintah atau pihak lain yang dianggapnya sebagai barokah. “Kita harus merubah paradigma ini. Jstru dengan kemiskinan itu suatu musibah, bukan berkah,”tandasnya.

Terkait sinetgitas, kata Taj Yasin, kalau memang belum dianggarkan di suatu OPD, bisa di sikapi dengan langkah-langkah kerjasama. Jangan sampai ego sektoral, karena persoalan penanggulangan kemiskinan harus ditangani secara keroyokan. “Brebes ini masuk peringkat ketiga sebagai daerah miskin di Jateng. Untuk itu, Pemkb Brebes harus lebih serius meningkatkan sinergitas antarinstansi, antardaerah, dan menggandeng berbagai elemen masyarakat. Ini agar 34 desa yang tersebar di 17 kecamatan dapat keluar dari zona merah kemiskinan,” ungkapnya. 

Apalagi, lanjut dia, saat ini masih ada sebanyak 347.368 rumah tangga di Brebes masuk kategori prasejahtera. Untuk mengentaskan kemiskinan tersebut, semua harus bergerak dan mengenjot berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini termasuk program keroyokan yang dilakukan Pemprov Jateng. Satu OPD Satu Desa Binaan,” terangnya.

Dia menambahkan, adanya pembangunan Kawasan Industri Brebes yang merupakan salah satu dari tiga program prioritas pembangunan di Jawa Tengah, akan membuka lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran. Keberadaan Kawasan Industri diharapkan juga mampu mengundang investor untuk mendirikan perusahaan di berbagai bidang.

Sementara Bupati Brebes Idza Priyanti menjelaskan, Brebes menempati posisi ke-33 se Jawa Tengah dengan angka kemiskinannya yang mencapai 17,17 persen. Data makro bersumber dari Badan Pusat Statistik per Maret 2018, tingkat kemiskinan Brebes tahun 2018 sebanyak 17, 17% . Jumlah itu telah mengalami penurunan 1,97% dari tahun sebelumnya sebanyak 19,14%. “Penurunan ini merupakan kerja keras dari seluruh OPD dan elemen masyarakat untuk bersama-sama dalam penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, tingkat kemiskinan di Brebes masih di atas tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Tengah dan nasional, yaitu 10, 80% serta kemiskinan nasional 9, 82%. Selain itu, warga miskin sebagian besar tersebar di perdesaan. Bahkan dari 292 desa, 34 di antaranya masuk zona merah kemiskinan 

“Ini merupakan pekerjaan rumah dan tugas kita bersama untuk memerangi kemiskinan di Brebes. Apalagi jumlah warga miskin di Brebes terdapat sebanyak 347.368 rumah tangga dari sebanyak 1. 8 juta jiwa dan merupakan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah,” terangnya. 

Berbagai strategi dan upaya penanggulangan kemiskinan, lanjut Bupati, telah dilakukan Pemkab Brebes. Di antaranya, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

“Upaya di berbagai bidang pun digencarkan, yakni bidang pendidikan pemkab melalui APBD mendorong gerakan kembali bersekolah. Untuk bidang kesehatan ada pembangunan RSUD Ketanggungan agar layanan kesehatan di wilayah tengah juga mendapatkan perhatian yang penuh,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA