Take a fresh look at your lifestyle.

Waduh.., 89.494 Orang di Brebes Kini Pengangguran

- Akibat Terdampak Pademi Covid-19

168

BREBES, smpantura.com – Setidaknya 89.494 orang di Kabupaten Brebes, kini menjadi pengangguran akibat dampak pandemi Covid-19. Jumlah itu merupakan angka pengangguran terbuka di Kota Bawang, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Bahkan, dibanding tahun sebelumnya angka pengangguran ini naik sebesar 2,44 persen.

“Sesuai hasil Sakernas, angka pengangguran terbuka di Brebes kini mencapai 9,83 persen. Itu naik dibanding tahun lalu yang hanya 7,39 persen,” kata Fungsional Statistisi Ahli Muda BPS Brebes, Arip, kemarin.

Dia menjelaskan, dari hasil Sakernas itu diketahui pada tahun 2019 lalu, angka pengangguran di Brebes mencapai 7,39 persen atau sekitar 66.065 orang. Kemudian, di tahun 2020 naik menjadi 9,83 persen atau sekitar 89.494 orang. Bertambahnya angka pengangguran itu sejalan dengan munculnya pandemi Covid-19 di awal 2020 lalu. Meski demikian, pihaknya dalam survai tidak secara detail menanyakan penyebabnya kenapa. “Dimungkinkan naiknya angka pengangguran di Brebes ini, salah satu faktornya karena pandemi Covid-19. Faktor lainnya yang berpengaruh di antaranya musim dan lainnya, tetapi ini sharenya tidak begitu besar,” jelasnya.

Tingginya angka pengangguran di Brebes itu bisa dibuktikan juga dengan meningkatnya jumlah pencari kerja (Pencaker) yang membuat Kartu Kuning di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinpernaker) Kabupaten Brebes. Data dari Dinpernaker menyebutkan, jumlah pencaker yang membuat kartu kuning dari Januari-Maret mencapai 3.185 orang.

“Dari data yang masuk hingga Maret ini, total pencari kerja di Brebes ini mencapai 3.185 orang. Ini indikatornya dari para pembuat kartu kuning di kantor kami. Jumlah ini terdiri dari 1.371 laki-laki dan 1.814 perempuan,” ungkap Kabid Industri dan Ketenagakerjaan Dinpernaker Kabupaten Brebes, Tusdi.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya menyayangkan masih banyaknya pencaker yang tidak melaporkan ke instansinya ketika mereka sudah diterima bekerja. “Kebanyakan yang sudah bekerja tidak melapor ke dinas. Padahal kan ini dibutuhkan kami untuk pendataan. Jadi, kami imbau para pencaker jika sudah diterima bekerja untuk melaporkan ke kami. Tujuannya, untuk pendataan,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA