Take a fresh look at your lifestyle.

Wabup: Tempat Wisata Wajib Melakukan Simulasi Sebelum Dibuka

137

SLAWI-  Para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Tegal berharap bisa segera menjalankan usahanya.  Sejak tempat wisata di Kabupaten Tegal ditutup pada pertengahan Maret 2020, mereka menjadi kehilangan pendapatan. Bahkan beberapa diantaranya mengaku tidak  akan bisa mengupah karyawan apabila sampai Juli nanti belum diijinkan beroperasi.

Harapan pelaku usaha pariwisata ini mendapat perhatian Pemkab Tegal sekaligus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal.

Wakil Bupati Tegal,Sabilillah Ardie menegaskan, untuk membuka daerah wisata/tempat wisata di tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha wisata wajib memenuhi persyaratan sesuai ketentuan tatanan normal baru.

Hal ini disampaikan Ardie pada saat menerima audiensi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dinas Kepemudaaan, Olahraga dan Pariwisata (Porapar), dan pelaku usaha wisata di Hotel Grand Dian Slawi, Kamis (18/6).

Seperti gayung bersambut, Ardie yang  juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal bidang perencanaan ini menyebutkan, Pemkab Tegal ingin segera membuka tempat wisata di Kabupaten Tegal. Ini menjadi kebutuhan untuk hidup produktif dan aman di saat pandemi Covid-19.

Namun, bukan berarti hal  itu dilakukan terburu-buru atau gegabah.Ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi pelaku usaha pariwisata . Ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19  dari tempat wisata atau klaster baru.

“Apabila  nanti dibuka, setiap tempat wisata itu wajib melakukan simulasi, wajib memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan yang jelas, wajib membuktikan protokol kesehatan bisa dilaksanakan, dan para pegawainya sudah memahami  itu,”tegas Ardie.

Persyaratan tersebut lalu disampaikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal. Bila seluruh persyaratan tersebut telah terpenuhi, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal akan memberikan rekomendasi izin membuka tempat wisata kepada Pemkab Tegal.

Dengan demikian, kapan waktu pembukaan tempat wisata  tergantung dengan kesiapan masing-masing  tempat wisata.

“Tidak perlu menunggu tanggal berapa bisa dibuka semua. Saat ini kita sudah memasuki tahapan transisi kehidupan produktif yang aman dari Covid-19. Simulasi tergantung kesiapan tempat usaha ,”tuturnya.

Untuk daerah tempat wisata (DTW) milik Pemerintah, kata Ardie, baru akan melaksanakan simulasi akhir Juni nanti. Simulasi dilakukan agar gugus tugas bisa memastikan protokol kesehatan telah dilaksanakan , sehingga pengunjung tidak merasa khawatir saat datang berwisata.

“Intinya setiap penggunjung yang datang harus dilaporkan pada gugus tugas Kabupaten Tegal, apabila ditemukan kasus yang harus dilakukan tracking , kita bisa dengan mudah menghubungi mereka yang datang ke tempat wisata tersebut,”jelasnya.

Untuk melaknisme laporan, kata Ardie, harus dilakukan setiap hari. Perkembangan Covid-19 disebutkan olehnya masih dinamis. Bahkan di Kabupaten Tegal yang termasuk wilayah zona kuning, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sembilan orang usai lebaran lalu.

Wabup juga menyatakan, nantinya seluruh tempat usaha pariwisata akan ditempel QR Code. “Untuk dapat QR Code,  tempat wisata harus menyatakan bersedia mengikuti aturan yang ada, harus sudah melakukan simulasi dan semua masyarakat bisa memeriksanya,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Ahmad Abdul Hasib mengatakan, pada Jumat (19/6) ini akan dilakukan prasimulasi di Obyek Wisata Guci oleh Dinas Porapar Jateng.

“Untuk simulasinya dilakukan akhir Juni dengan diawasi Gugus Tugas Kabupaten Tegal. Kami siapakan sarana prasarana, melakukan sosialisasi SOP mulai pelayanan di pintu depan sampai di obyek wisata,”jelas Hasib.

Menurut Hasib, SOP yang telah dibuat meliputi, SOP layanan retribusi, layanan pengaman dan patroli pengunjung dan pelaku usaha, kaitannya dengan kepatuhan, SOP tamu kedinasan dan  pemandian tertutup.

Selain sosialisasi SOP, pihaknya juga telah mensosialisasikan protokol kesehatan, kewajiban pedagang dan kewajiban petugas pada saat melayani pengunjung.

Disebutkan, Obyek Wisata Guci menjadi pilot project simulasi tempat wisata Pemkab Tegal. Selanjutnya akan menyusul Obyek Wisata Cacaban dan Purwahamba Indah.

“Kami sudah menyusun SOP-nya. Tinggal diverifikasi dan dikoreksi oleh gugus tugas. Apabila ada masukan akan kami perbaiki,”sebutnya.(Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA