Take a fresh look at your lifestyle.

Wabup Ikut Kampanyekan Penyadaran Stigma Difabel dan OYPMK

241

SLAWI – Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie ikut mengkampanyekan penyadaran publik tentang pengurangan stigma dan penguatan kapasitas difabel dan orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) saat acara Car Free Day di Alun-alun Hanggawana Slawi, Minggu pagi (25/8). Dalam kesempatan itu, Wabup mengakui masih banyak fasilitas pemerintah dan desa yang belum ramah terhadap difabel.

“Seperti Alun-alun Hanggawana ini, belum ada fasilitas jalan khusus untuk difabel,” kata Wabup yang akrab disapa Ardie itu.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan pembenahan fasilitas pendukung bagi difabel. Menurut dia, Pemkab Tegal terus berupaya untuk mengakomodir semua kebutuhan dan keinginan para difabel.

“Sudah banyak kegiatan Pemkab yang melibatkan difabel. Kedepan, kami akan tingkatkan agar difabel bisa mengembangkan diri,” katanya.

Ketua Difabel Slawi Mandiri (DSM) Kabupaten Tegal, Khambali mengatakan, kampanye penyadaran publik dilakukan untuk mengajak masyarakat agar bisa berbaur dengan difabel dan OYPMK. Selain menyosialisasikan kepada masyarakat, pihaknya juga tengah melakukan advokasi desa inklusi. Upaya itu dilakukan melalui pendekatan, pemahaman dan penyadaran kepada pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersifat terbuka. Artinya, pemerintahan desa mengikutsertakan orang yang memiliki perbedaan latar belakang, karakteristik, etnik, status, kemampuan, kondisi dan termasuk difabel serta OYPMK.

“Cirinya desa inklusif, yakni masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan hak dan kewajibannya,” terangnya.

Ditambahkan, sejauh ini masih banyak desa yang belum nyaman untuk kaum disabilitas dan orang berkebutuhan khusus. Kondisi itu dibenahi dengan menggunakan dana desa yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Tegal Nomor 4 Tahun 2019 tentang tata cara pengalokasian, pelaksanaan dan penetapan lokasi serta besaran dana desa Kabupaten Tegal tahun 2019.

“Wujud desa inklusi adalah pembangunan sarana dan prasarana di desa bisa digunakan untuk masyarakat berkebutuhan khusus,” pungkasnya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA