Take a fresh look at your lifestyle.

Wabah Korona, 13 Orang dalam Pemantauan, Dua Dirawat

164

PEMALANG – Sebanyak 13 orang dinyatakan dalam pemantauan (ODP) dan dua lainnya dirawat dirumah sakit rujukan pasien terindikasi korona. Bupati Pemalang, Junaedi menyampaikan hal tersebut usai mengikuti video conference dengan Gubernur Jawa Tengah dan 34 Bupati/Walikota, Selasa (17/3).

Bupati mengikuti konferensi video di Coment Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Sekda Mohammad Arifin dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Adapun 13 ODP kata Bupati adalah warga yang baru saja pulang dari luar negeri yaitu di negara-negara endemi virus Korona.

“Sejauh ini masih kita pantau, karena kebetulan mereka pulang dari luar negeri, sekalipun kondisinya sehat, tetap kita pantau terus dan kita ikuti perkembangannya,”kata Junaedi.

Para ODP tersebut kata dia saat ini masih menjalani perawatan dan karantina di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pemalang. Ada tiga rumah sakit di Pemalang yang menerima penanganan awal pasien terduga Corona. Antara lain RS Ashari, Santa Maria, dan Siaga Medika.

Sementara itu untuk dua pasien yang menjalani perawatan, seorang diantaranya sudah pulang karena berdasarkan hasil uji laboratoriumnya dinyatakan negatif. Sedangkan satu lainnya masih dalam perawatan di RS Kardinah Tegal, dan belum diketahui hasil uji laboratoriumnya.

Satu pasien tersebut kata Junaedi merupakan pelajar SMA berusia 17 tahun. Dia mengeluhkan sakit, usai pulang study tour (studi wisata) dari Bali yang diselenggarakan oleh sekolahnya.

“Yang penting masyarakat tetap tenang, tapi juga waspada bahwa protokol penanganan ini untuk dilakukan semua pihak, untuk bisa bersama-sama perang melawan korona,”ujarnya.

Sebelumnya berkaitan dengan antisipasi terhadap virus Korona Bupati Pemalang memutuskan untuk meliburkan sekolah-sekolah dari PAUD sampai SMP. Pemerintah Kabupaten Pemalang akan senantiasa memberi informasi yang benar mengenai Covid-19. Prosedur pencegahan dilaksanakan di kantor pemerintah maupun swasta dan meniadakan kegiatan dengan kerumunan massa atau dalam jumlah yang hadir banyak.

Selanjutnya untuk PNS, absen finger ditiadakan sampai 14 hari ke depan. Kemudian apabila ada masalah berkaitan dengan korona masyarakat disilakan menghubungi nomor 119 sebab sudah ada tiga rumah sakit yang siap menangani pasien suspek korona. Sementara itu masker dan hand sanitizer sudah siap di Puskesmas dan rumah sakit.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA