Take a fresh look at your lifestyle.

Volume Kendaraan di Tol Pejagan Pemalang Turun, Hanya 8.000 Unit Per Hari

- Dampak Larangan Mudik Diperketat

52

BREBES, smpantura.com – Pemberlakuan pengetatan larangan mudik dengan memutar balik kendaraan dari arah Jakarta ke daerah asalnya, menyebabkan volume kendaraan yang melintas di ruas tol Pejagan- Pemalang turun drastis. Bahkan, sejak diberlakukannya pengetatan larangan mudik pada 6 Mei lalu hingga saat ini, jumlah kendaraan yang melintas di tol tersebut rata- rata per harinya turun hingga 60 persen dari kondisi normal.

Kepala Cabang PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR), Ian Dwianto melalui Kepala Seksi Pelayanan Transaksi , Deni Harjono mengatakan, sejak pemberlakuan pengetatan larangan mudik pada 6 Mei lalu, volume kendaraan yang melintas di tol mengalami penurunan. Penurunan volume kendaraan itu lebih parah dibanding di saat pemberlakuan larangan mudik periode pertama pada 22 April – 6 Mei lalu. “Kalau sejak pengetatan larangan mudik pada 6 Mei, jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol Pejagan-Pemalang ini turun hingga 60 persen. Pada kondisi normal jumlah kendaraan yang melintas mencapai 20.000 unit, tetapi sekarang rata-rata hanya 8.000 unit,” ungkapnya, Minggu (9/5) .

Menurut dia, sejak pertama kali pemberlakuan larangan mudik hingga saat ini, volume kendaraan yang memanfaatkan ruas tol Pejagan-Pemalang terus menurut. Pada larangan mudik periode pertama 22 April – 6 Mei lalu misalnya, meski mengalami penurunan jumlah kendaraan tetapi angkanya hanya 20-25 persen dibanding kondisi normal. Saat itu rata-rata per hari kendaraan yang melintas mencapai 15.000 unit. Namun kondisinya terus menurun saat pemberlakuan pengetatan larangan mudik sejak 6 Mei lalu, yang semula rata-rata per hari 15.000 unit kendaraan, menjadi 8.000 unit kendaraan per hari. Sedangkan saat kondisi normal mencapai 20.000 unit kendaraan per hari. “Kondisi seperti ini kami perkirakan akan berlangsung terus hingga kebijakan larangan mudik berakhir,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penurunan volume kendaraan di tol itu, sebenarnya sudah dirasakan sejak awal Ramandha lalu. Kondisi tersebut juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Di mana, saat dua minggu awal Ramadhan jumlah kendaraan turun. Namun untuk kali ini, dimungkinkan juga akibat pengaruh dari diberlakukannya larangan mudik yang dimajukan. “Kondisi ini mungkin juga karena faktor kebijakan larangan mudik,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA