Take a fresh look at your lifestyle.

Vaksinasi Selesai, Pembelajaran Sekolah Tatap Muka Boleh Dimulai

110

SLAWI – Hampir setahun ini pembelajaran tatap muka di Kabupaten Tegal dihentikan karena pandemi Covid-19. Rencananya kegiatan tatap muka akan dimulai bulan Juli 2021 mendatang.

Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, pembelajaran tatap muka akan dimulai setelah seluruh guru dan tenaga kependidikan mendapat suntikan vaksin Covid-19. Vaksinasi ditargetkan selesai Juni mendatang.
“Kebijakan pemerintah pusat yang lebih mengutamakan keselamatan jiwa guru dan peserta didiknya dengan menutup sekolah dan mengedepankan pembelajaran jarak jauh ini kiranya cukup relevan sebagai upaya untuk menekan pertambahan kasus Covid-19 dan menumbuhkan herd immunity yang dipercepat lewat program vaksinasi nasional,” kata Umi Azizah, saat membuka acara Forum

Penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tahun 2022, Kamis (4/3) di Aula Dinas Dikbud Kabupaten Tegal. Sembari menunggu pembelajaran tatap muka diberlakukan pemerintah pusat, Umi meminta Dinas Dikbud Kabupaten Tegal segera menyiapkan program digitalisasi sekolah.
Menurut Umi ke depan, Pemerintah tetap akan memberlakukan kombinasi tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (blended learning dan hybrid learning).

Hal ini untuk meminimalisir interaksi fisik di sekolah, disamping memberikan kesempatan terbangunnya sistem kekebalan tubuh kelompok atau herd immunity dari program vaksinasi nasional di lingkungan pendidikan.

Umi menyadari, penutupan sekolah dalam jangka waktu lama sangat berdampak pada pembelajaran siswa.
Siswa dengan akses digital dan sumber daya sekolah yang memadai dapat beradaptasi dengan pembelajaran daring. Sementara akses yang tidak merata ke sumber daya pembelajaran daring semakin meminggirkan siswa dari keluarga miskin.

Situasi ini, lanjut Umi, tidak saja memperlebar kesenjangan pendidikan, tapi juga berdampak nyata pada hilangnya pengalaman belajar dan bahkan putus sekolah pada anak. Ancaman akan hilangnya generasi akibat pandemi pun semakin nyata.

Untuk itu, diharapkan agar dalam penyiapan perangkat dan platform teknologi pembelajaran daring bisa dilengkapi bahan ajar dengan model swa ajar sebagai bagian dari penciptaan ekosistem pendidikan yang lebih sederhana, fleksibel dan berorientasi pada kompetensi paling bermakna.

Ekosistem ini, lanjut Umi, diharapkan mampu mendorong siswabelajar mandiri sebagai sebuah kenyamanan baru sehingga potensi hilangnya pengalaman belajar bisa ditekan.

Dalam kesempatan itu, Umi juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa, sektor swasta dan kelompok peduli dalam mendukung keberlanjutan dunia pendidikan yang tengah bertransformasi ke dunia digital. “Peran Pemdes termasuk filantropi dunia usaha bisa diwujudkan dengan penyediaan wifi gratis di lingkungan permukiman padat penduduk yang hanya dikhususkan bagi pelajar atau siswa sekolah,” ujarnya.

Sementara untuk mencegah anak putus sekolah, program “Yuh Sekolah Maning” masih akan menjadi program andalan Pemkab Tegal. Program tersebut merupakan upaya mencegah siswa putus sekolah, termasuk mengembalikan mereka yang sudah terlanjur putus sekolah kembali bersekolah.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari menyampaikan jika pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait pemberlakuan pembelajaran tatap muka.

Disamping itu, melaksanakan arahan Bupati Tegal guna mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Tegal yang berkualitas melalui penguatan layanan bidang pendidikan, kesehatan dan sosial dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BERITA LAINNYA