Take a fresh look at your lifestyle.

Usulan 10 Paket, Direalisasi 4 Paket

141

SLAWI – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal mengusulkan 10 paket pekerjaan perbaikan jalan ke Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, dari jumlah itu hanya empat paket yang terealisasi. Sementara itu, enam paket lainnya akan kembali diusulkan untuk tahun berikutnya.

 

Kepala DPU Kabupaten Tegal, Ir Hery Suhartono MM melalui Kabid Jalan, Sudarso SST mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk mengusulkan 10 ruas jalan yang rusak di Kabupaten Tegal. Paket-paket yang diusulan pada tahun 2018 lalu ke Pemerintah Pusat itu, sebenarnya juga telah diusulkan pasca pembangunan Jalan Tol Pejagan-Pemalang, beberapa tahun lalu. Pasalnya, jalan-jalan tersebut rusak imbas mobilitas truk pengangkut material proyek jalan tol.

 

“Kami berkali-kali rapat dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan tol, tapi usulan masih ada yang belum direalisasi,” ujarnya.

 

Menurut dia, 10 paket yang diusulkan, yakni  peningkatan jalan Banjaran-Balamoa anggaran sebesar Rp 9,1 miliar, peningkatan jalan Babadan-Kedungjati Rp 6,5 miliar, peningkatan jalan Singkil-Kalipucang Adiwerna Rp 3,5 miliar, peningkatan jalan Talang-Tarub Rp 3,8 miliar, dan peningkatan jalan Tegalwangi-Debong Kidul Rp 3,750 miliar.

 

Sementara itu, lanjut dia, usulan lainnya yakni peningkatan jalan Suradadi-Bader Rp 5,4 miliar, peningkatan jalan Jejeg-Cenggini Bumijawa Rp 4 miliar, peningkatan jalan Dukuh Bujil-Dukuh Benda Rp 5,1 miliar, peningkatan jalanYamansari-Babakan Lebaksiu Rp 3,3 miliar, dan Batuagung-Cenggini Balapulang Rp 3,3 miliar.

 

“Yang direalisasi hanya empat paket. Tiga paket realisasi sesuai dengan usulan, yakni jalan Banjaran-Balamoa, jalan Tegalwangi- Debongkidul, dan Yamansari-Babakan. Sedangkan, satu paket  jalan Batuagung-Cenggini hanya direalisasi Rp 2,750 miliar dari usulan Rp 3,3 miliar,” terangnya.

 

Ditambahkan, enam paket usulan yang belum direalisasi, tidak dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2020. Kendati telah disampaikan ke DPRD saat pembahasan RAPBD tahun 2020, namun keterbatasan anggaran membuat paket jalan tersebut belum bisa dianggarkan. Pihaknya akan berupaya mengajukan kembali paket yang belum terealisasi pada tahun 2021 mendatang.

 

“Kami akan usulkan kembali ke Pemerintah Pusat melalui anggaran DAK,” pungkasnya. (Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA