Take a fresh look at your lifestyle.

Usai Lebaran, Permohonan Kartu Kuning Melonjak

Sejumlah Pemohon Nekat Tak Pakai Masker

140

SLAWI- Usai lebaran, permohonan kartu kuning pencari kerja (AK-1) di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker), Kabupaten Tegal mengalami lonjakan dibanding hari sebelumnya.

Dari data Dinas Perinaker lonjakan permohonan kartu kuning mulai Jumat (29/5) lalu. Mulai pukul 07.30 sampai dengan 11.00  ada 60 permohon mendapat pelayanan pembuatan kartu kuning. Kemudian Selasa (2/6) ada 125 orang dan  pada Rabu (3/6) mencapai 200  orang.

Banyaknya pemohon terlihat dari antrean di loket pembuatan kartu kuning . Banyak diantara pemohon tak mematuhi protokol kesehatan. Banyak  yang tak mengenakan masker dan tak menjaga jarak.

Kepala Dinas Perinker, Muhammad Nur Ma’mun mengatakan, banyaknya permohonan pembuatan kartu kuning dikarenakan beberapa perusahaan sudah mulai membuka lowongan pekerjaan. Sebagian adalah perusahaan garmen.

“PT Winner Tegal membutuhkan seribu tenaga kerja, PT PAN Brothers juga butuh seribu orang, juga pabrik rokok di Temanggung butuh banyak tenaga kerja,”jelasnya, Rabu (3/6).

Menurutnya, sebagian pemohon kartu kuning adalah pekerja yang dirumahkan yang mendapat panggilan kerja lagi, dan sebagian adalah pelajar yang baru lulus tahun 2020.

Sementara itu, Ovi Utami petugas pelayanan kartu kuning menambahkan, selain di Kabupaten Tegal, beberapa perusahaan di luar daerah, seperti Jabodetabek mulai membuka lowongan.

SISTEM ONLINE: Petugas pelayanan kartu kuning Dinas Perindustria dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal, Ovi Utami menunjukan aplikasi google form formulir kartu kuning /AK-1 Kabupaten Tegal yang akan digunakan untuk pelayanan kartu kuning secara online, Rabu (3/6).

Ovi mengungkapkan, dengan adanya lonjakan permohonan kartu kuning ini, pihaknya terus menerus mengingatkan pemohon untuk melakukan protokol kesehatan, diantaranya dengan memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Namun, imbauan itu tak dipatuhi sebagian pemohon.

“Kami sudah mengatur, agar mereka menyerahkan berkas lebih dulu dan esoknya kartu  bisa diambil. Namun, banyak yang tak bersedia karena berbagai alasan,”terang Ovi.

Dengan banyaknya pemohon kartu kuning di Dinas Perinaker, pihaknya merancang pelayanan dengan cara online. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Pemohon bisa mengajukan permohonan dengan membuka aplikasi google form melalui komputer maupun ponsel android.

“Dengan apliaksi google form yang sedang dirancang, pemohon bisa mendaftar dan menyertakan nomor telepon yang dapat dihubungi. Nanti setelah kartu jadi, pemohon akan kami kabari untuk mengambil kartunya dengan menyertakan berkas dan foto,”jelas Ovi.

Pada kesempatan itu, Ovi menyampaikan bila sistem online pendaftaran AK-1 di  ayokita kerja.kemnaker.go.id sejak sebulan lalu dinonaktifkan dari pusat.Hal ini merugikan pencari kerja termasuk petugas yang menjadi admin dan perusahaan. Padahal sistem ini memudahkan pencari kerja maupun perusahaan pada proses rekrutmen tenaga kerja. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA