Take a fresh look at your lifestyle.

UPS Seleksi Mahasiswa KKN di Thailand

149

* Diikuti 11 Perguruan Tinggi di Indonesia

TEGAL – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FIKP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, kini mulai menyeleksi sejumlah mahasiswanya, untuk dikirim mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Pengalaman Lapangan (PPL), di Thailand Selatan.

Lebih tepatnya adalah mengikuti program yang digelar Private School at Special Zone Association of Songkhla Thailand, yang bekerjasama dengan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti RI.

Rektor UPS Tegal Dr Burhan Eko Purwanto MHum didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri (UPT KDLN) Dr Yoga Prihatin MPd, dan Dekan FKIP Dr Purwo Susongko MPd, pendaftaran untuk seleksi program itu, sudah dibuka. Yakni sejak awal bulan ini, dan akan ditutup sampai pertengahan bulan depan.

”Mahasiswa atau mahasiswi FKIP yang mengikuti seleksi berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika,” terang dia.

Untuk materi seleksi, kata Dr Yoga Prihatin MPd, intinya pada penguasaan bahasa Inggris. Kemudian kematangan pada prodinya, atau bidang keilmuan yang dikuasinya, ketrampilan tambahan (shofskill), dan kesehatan.

Enam Orang

Kelak dari ribuan mahasiswa FKIP perguruan tingginya, untuk tahun ini hanya akan diberangkatkan sebanyak enam orang ke Thailand Selatan. Mahasiswa atau mahasiswi perguruan tingginya, akan bergabung dengan 42 mahasiswa lainnya dari 11 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, yang akan dikirim ke Negeri Gajah Putih tersebut.

”Tahun tahun sebelumnya, UPS Tegal juga mendapat jatah enam mahasiswa. Mereka akan praktik mengajar di sejumlah sekolah di wilayah Thailand Selatan, selama lima bulan,” terang Dr Yoga Prihatin MPd.

Sesuai jadwal, keberangkatan ke Thailand dilakukan pada 5 November tahun ini. Yakni dari Kuala Lumpur, Malaysia, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Songkhla Thailand. Kegiatan KKN PPL itu akan berakhir pada 15 Maret 2020.

Menurut dia, program pengalaman lapangan dengan mengajar di luar negeri sangat berarti bagi mahasiswa calon guru perguruan tingginya. Di sisi lain, hal itu juga menunjukkan lulusan perguruan tingginya juga telah memiliki kualitas internasional.

Hal lainnya, pertukaran seni dan budaya juga menjadi hal penting dalam rangka menjalin hubungan kerjasama yang harmonis antarnegara ASEAN. Apalagi Indonesia sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya.(Riyono Toepra-red07)


 

BERITA LAINNYA