Take a fresh look at your lifestyle.

Ungkap Kasus Obat Pertanian Palsu, Polres Brebes Terima Penghargaan Croplife

195

BREBES – Jajaran Polres Brebes mendapat penghargaan dari Ceoplife Indonesia, atas Keberhasilannya membongkar kasus peredaran obat pertanian palsu di Kabupateb Brebes.

Penghargaan diterima Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono yang diwakili Kasat Reskrim AKP Tri Agung Suryomicho, dalam kegiatan Seminar Nasional Anti-Counterfeit (ACF) di Hotel Aston Priority Simatupang & Conference Center Jakarta Selatan, Selasa (27/8). Selain Polres Brebes, penghargaan sama juga diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes dan Dinas Pertanian, Holtikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Brebes.

Kasat Reskrim AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, penghargaan yang diterima merupakan sebuah prestasi dari kinerja jajaran Polres Brebes dalam melawan peredaran obat pertanian palsu di Brebes. Itu semua tidak terlepas dari kinerja seluruh anggotannya, khususnya unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter). Di sisi lain, terungkapnya kasus tersebut juga berkat kecepatan warga untuk melapor adanya peredaran obat pertanian palsu. “Tak hanya itu, ini terwujud juga atas sinergitas antara instansi terkait, baik Kejaksaan dan Dinas Pertanian,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 1.0310 obat pertanian palsu dari delapan merek. Di samping itu, dua orang pelaku berhasil diringkus. Yakni, Syarifudin (48), warga Desa Pesaren, RT2 RW1, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, dan Sunaryo (48) warga Desa Kejagan, RT4 RW1, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Modus yang pelaku lakukan adalah dengan mengisi ulang botol asli dari produk pertanian dengan yang palsu. Dari botol yang telah diisi ulang dengan produk palsu itu kemudian mereka kemas kembali dan dijual ke petani dengan harga murah,” ungkapnya.

Kasat memgimbau, bagi warga yang menemukan peredaran obat palsu, agar segera melaporkan ke pihaknya. Sehingga bisa cepat di tangani. Sebab, dampaknya akan sangat merugikan petani.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA