Take a fresh look at your lifestyle.

Unggas Terserang Flu Burung Dibakar, Dinas Kesehatan Periksa Kesehatan Peternak

127

TEGAL-Tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, memusnahkan dengan cara dibakar sedikitnya 19 ayam hidup yang terjangkit flu burung milik warga di Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Selasa (15/10).

Sementara itu, Rabu (16/10) tim dari DKPPP bersama tim gerak cepat Puskesmas Tegal Selatan Dinas Kesehatan Kota Tegal kembali mendatangi lokasi dimana ditemukannya unggas tersebut di wilayah Jalan Kotabaru RT 6, RW 1, Keturen.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan  Endriana Yudaningrum menjelaskan  kedatangannya untuk melakukan observasi dengan memeriksa fisik baik pemilik unggas maupun warga sekitarnya.

“Kalau sepintas pemilik unggas yang terinfeksi flu burung masih dalam keadaan sehat.  Namun tetap kita lakukan observasi mulai dari suhu badannya,” terang Endriana.

Menurut Endriana, gejala awal dari flu burung yang umumnya muncul menyerupai flu biasa. Seperti demam tinggi hingga 39 derajat celcius, batuk pilek yang berkepanjangan, hingga radang tenggorokan serta nyeri dada.

Observasi kata Endriana, tidak hanya dilakukan pada pemilik unggas yang terinfeksi flu burung, namun juga pada warga masyarakat sekitar radius 100 – 200 meter. Setelah observasi dilakukan akan dipantau hingga  10-15 hari ke depan apakah ada keluhan.

Dokter hewan Tim Unit Reaksi Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (URC PHMS) DKPPP Kota Tegal, Andri Utomo menjelaskan selain melakukan pemusnahan dengan membakar  unggas yang positif terinfeksi flu burung pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan.

Selanjutnya terkait pencegahan terjadinya flu burung pada unggas yaitu akan melakukan desinfeksi lingkungan, sosialisasi tentang pencegahan dan cara beternak yang benar.

Sebelumnya, DKPPP Kota Tegal menerima beberapa laporan unggas mati karena terjangkit penyakit flu burung. Di antaranya dari warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Junaidi dan Samah yang mengaku 24 ayamnya mati mendadak dalam tiga hari.

Termasuk laporan dari warga Kelurahan Debong Lor, Tegal Barat Mudasir yang mengaku 20 ayam peliharaannya juga mati mendadak. Serta terakhir mendapat laporan dari warga di Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, yang sedikitnya 10 ekor ayam mati. (enn/Red4)

BERITA LAINNYA