Take a fresh look at your lifestyle.

UN SMK Ditunda, Guru Diminta Pantau Siswa

144

SLAWI- Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang rencananya dilaksanakan Senin (16/3) hingga Kamis (19/3) untuk sementara ditunda hingga batas yang belum ditentukan.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Nomor  443.2/08991 tanggal 15 Maret 2020 tentang pengaturan pelaksanaan ujian nasional /lulus sekolah dan kegiatan belajar mengajar pada SMA,SMK dan SLB Provinsi Jateng tahun pelajaran 2019/2020.

Penundaan UN SMK ini menyesuaikan dengan situasi dan perkembangan status kedaruratan yang diakibatkan penyebaran virus Korona atau Covid-19.

Kepala SMK 2 Slawi, AR Hartono menyebutkan, sekolah  telah menyiapkan lima ruang untuk pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Bahkan sejak Jumat (13/3) sore telah dilakukan sinkronisasi jaringan UNBK. Namun, mendadak pada Minggu (15/3) , pihaknya menerima surat edaran bahwa UN ditunda.

“Begitu mendapat kabar UN ditunda, kami  segera menyampaikan kepada orangtua siswa. Alhamdulillah, hari ini tidak ada siswa yang masuk,”sebutnya, Senin (16/3).

Hartono menyebutkan,  ada 501 siswa yang akan mengikuti UN tahun ini. Mereka berasal dari enam program keahlian/jurusan.

Berkaitan dengan ditundanya UN, sekolah mengimbau siswa agar memanfaatkan waktu untuk belajar secara mandiri.

Hal ini juga yang diharapkan dari siswa kelas X dan XI yang terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 29 Maret 2020 melaksanakan belajar secara mandiri di rumah masing-masing dengan model jarak jauh melalui sistem online atau daring .

 

“Guru sudah membuat tugas-tugas secara terstuktur untuk dikerjakan siswa melalui sarana yang tersedia,”sebutnya.

Dengan adanya kebijakan tersebut, kata Hartono, sekolah juga menunda rencana kunjungan industri di Jakarta yang akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2020 . Sekolah juga mengambil alih tugas siswa merawat tanaman di kebun sekolah yang ada di Pagerbarang.

Sementara itu, guru Matematika SMK 2 Slawi, Rusmiasih mengatakan,untuk pembelajaran daring ada beberapa kendala yang dihadapi siswa. Diantaranya tidak semua siswa memiliki gawai.

“Tidak semua siswa memiliki gawai. Apabila memiliki gawai,kuotanya terbatas atau tidak ada sinyal di daerah tempat tinggalnya. Solusinya siswa bisa bertanya pada siswa lain yang rumahnya berdekatan,”ujarnya.

Rusmiasih mengatakan, selama siswa belajar mandiri di rumah, guru akan memberi tugas kepada siswa dan memantaunya.

“Untuk pemberian tugas tergantung masing-masing guru. Ada yang memberikan tugas dengan dikirim ke grup WA kelas  atau email. Ada juga yang memanfaatkan google classroom,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Ahmad Was’ari mengatakan, selama libur dua pekan, para guru dimint a melakukan visitasi pada siswa.

“Ini untuk memastikan kegiatan siswa sekaligus  memastikan kondisi rumah dan kondisi siswa, apakah ada indikasi terkena virus atau tidak,”sebutnya.

Dengan dilaksanakan belajar mandiri, guru bisa melakukan pemantauan tugas siswa . Hal ini bisa dilakukan secara daring. Dalam belajar, siswa bisa memanfaatkan aplikasi pembelajaran seperti Ruangguru atau lainnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Was’ari mengimbau sekolah untuk tetap menjaga kebersihan sekolah. Termasuk menjadwal ulang rencana kegiatan study tour yang telah disusun . (Sari/Red-06)

 

 

 

 

BERITA LAINNYA