Take a fresh look at your lifestyle.

UMKM Center Kabupaten Pekalongan Memprihatinkan

- Sepi Pengunjung

127

KAJEN, smpantura.com – Penjualan di UKMK Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan cukup memprihatinkan. Kawasan bagi pedagang yang menjual sejumlah produk unggulan di Kota Santri yang diresmikan bulan Juni tahun lalu, ibarat mati suri. Setiap harinya kondisi di tempat itu sepi pengunjung sehingga ibasnya dari 60 kios yang tersedia di tempat itu banyak yang tidak membuka usahanya.

Hal itu terungkap saat digelar acara diskusi terkait prospek ke depan UMKM Center yang diselenggarakan forum pedagang setempat, kemarin siang. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra, Ketua Himpunan Penghuni Gedung (HPG) UMKM Center, Amrullah, perwakilan perangkat Kecamatan Kedungwuni, pihak desa, dan sejumlah pedagang.

”Sangat disayangkan, perwakilan dari Dinas Perdagangan yang berkaitan dan menangani langsung dengan permasalahan ini tidak hadir,” tandas koordinator paguyuban pedagang setempat, Abdul Azizu Rochman yang menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.

Ketika UMKM center diresmikan, kondisi pemasaran di kawasan tersebut masih terlihat ramai. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama karena sekitar sebulan lamanya hingga sekarang kondisinya selalu sepi. Memang ada yang datang untuk menikmati beberapa tempat yang menjual kuliner atau makanan dan minuman.

Menurutnya, ada beberapa hal kenapa hal itu sampai terjadi, salah satunya mengeai mindsite masyarakat mengenai lokasi UMKM center. Bangunan gedung yang berada di atas tanah sekitar empat hektare itu cukup megah sehingga masyarakat beranggapan kalau harga di kawasan tersebut lebih mahal dibandingkan dengan tempat lain. Kemudian, dari Pemkab pekalongan, dalam hal ini Disperindag dan UMKM sepertinya tidak peduli dengan kondisi di kawasan tersebut yang selalu sepi pembeli dan komunikasi dengan pihak.

Makanya dia berharap dalam forum diskusi tersebut ada solusi atau jalan keluar supaya lokasi pedagang di kawasan tersebut kembali ramai. Khususnya kepada Candra sebagai anggota Komisi II DPRD yang membidangi soal perdagangan, supaya memberikan masukan dan perhatian khusus terhadap kondisi di kawasan UMKM center. Begitu juga kepada pengurus HPG dan pedagang lainnya, agar ”urun” pikiran menyampaikan ide maupun usulan guna merubah kondisi di tempat tersebut.

Mendengar sejumlah keluhan dari pengurus HPG maupun pedagang di UMKM center, Candra Saputra yang mewakili anggota dewan mengaku sedih. Sebab kondisi di tempat itu yang sepi pembeli sudah cukup lama terjadi namun dari Pemkab Pekalongan sepertinya kurang perhatian.

”Ini merupakan tamparan bagi kita semua, khususnya saya dari Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan yang membidangi soal perdagangan,” tegas dia kepada sejumlah awak media.

Seharusnya, pihak Disperindag peka melihat kondisi di UMKM center yang cukup lama sangat memprihatinkan. Begitu melihat kondisi seperti itu, dinas tersebut harus cepat tanggap, bagaimana mencarikan solusi supaya para pedagang bersemangat membuka usahanya. Memang, kata Candra, saat ini masih dalam pandemi covid 19 sehingga semua perlakuan atau kegiatan mengedepankan protokol kesehatan.

Walau begitu, bukan berarti harus berdiam diri namun harus tetap memikirkan dan mencari solusi agar bisa memecahkan masalah tersebut. Bahkan dari keterangan pedagang, mereka berusaha membuat inovasi dengan menggelar kegiatan namun dari Disperindag malahan mementahkannya atau membatalkan kegiatan tersebut. Komunikasi dinas tersebut dengan pihak HPG dan pedagang juga tidak bagus, sehingga harapannya ke depan terjalin komunikasi dua arah.

”Kami dari Komisi II DPRD akan segera mengundang Disperindag UMKM untuk membahas masalah ini,” tandas Candra.

(P05-red)

BERITA LAINNYA