Take a fresh look at your lifestyle.

Uji Coba,  Wahana Pemandian Air Panas di Guci Belum Dibuka

72

SLAWI, smpantura.com – Uji coba pembukaan daya tarik wisata (DTW) Guci di Kabupaten Tegal telah berjalan enam hari ini. Selama uji coba ini pengunjung dan pelaku usaha di tempat wisata tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, dalam uji coba pembukaan DTW Guci, pengelola belum membuka wahana pemandian air panas pancuran 5, pancuran 7 dan pancuran 13. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kerumunan pengunjung di wahana tersebut. “Pancuran 13, 7 dan 5 sementara masih ditutup, karena (bila dibuka) nanti berpotensi terjadi penumpukan pengunjung,” jelas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Saidno, kemarin.

Saidno mengatakan, uji coba dilaksanakan sampai 6 September 2021. Selanjutnya pada tanggal 7 September akan diliburkan untuk dilaksanakan kegiatan disinfektan, kebersihan dan kesehatan lingkungan. Menurutnya, selama masa uji coba kunjungan dibatasi 1.000 pengunjung per hari. Pengunjung harus dalam kondisi sehat dan diutamakan telah divaksin. Pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada pengunjung yang belum divaksin untuk mengikuti program pemerintah itu agar terbebas dari Covid-19. “Syaratnya sehat, suhu dibawah 37,5 derajat celcius, kalau diatas itu kita suruh istirahat dulu,” tuturnya.

Kepala Pengelolaan Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal Ahmad Abdul Hasib mengatakan, pada masa uji coba pembukaan DTW Guci, jumlah pengunjung menunjukkan peningkatan. “Pada hari pertama kita buka ada 470 pengunjung, hari kedua 265 pengunjung, hari ketiga sudah ada peningkatan. Kemarin (4/9) sudah mencapai angka 1. 150 orang. Kelebihan 150 orang ini karena mereka sudah booking dan tamu menginap. Mereka datang sore sekitar pukul 4 sampai 6 sore,” tutur Hasib.

Sementara itu pada hari kelima uji coba kemarin, hingga pukul 12.00 terdapat 830 pengunjung yang masuk ke DTW Guci. Dengan angka itu, pihaknya telah mengingatkan kepada petugas yang berjaga di Dukuh Tere untuk melakukan persiapan penutupan sementara. “Kita berikan kesempatan wisatawan untuk berinteraksi di kawasan wisata dengan menjaga jarak, dan tidak berkerumun,” tutur Hasib.

(T04-red)

BERITA LAINNYA