Take a fresh look at your lifestyle.

Uji Coba PTM Berjalan Baik, Pelaksanaan Bisa Diperluas

- Empat Sekolah di Brebes Mulai Uji Coba PTM

225

BREBES,smpantura.com – Sebanyak empat sekolah negeri di Kabupaten Brebes mulai melaksanakan uji coba proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19. Uji coba itu akan diberlakukan selama dua minggu ke depan, dan setelahnya dilalukan evaluasi. Jika hasilnya baik, pelaksanaan PTM ini bisa diperluas ke sekolah lain.

Keempat sekolah negeri tersebut adalah SMPN 1 Brebes, SMAN 3 Brebes, SMKN 1 Kersana dan MAN Brebes. Dari pantauan smpantura.com, proses pelaksanaan PTM di hari pertama itu berjalan lancar. Setiap sekolah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Di SMPN 1 Brebes misalnya, para siswa masuk ke sekolah mulai pukul 07.00 dengan berpakaian seragam OSIS. Sebelum masuk lingkungan sekolah, siswa wajib mengenakan masker, pelindung wajah (faceshield-re) dan mencuci tangan. Merekan juga wajib menjalani proses pengecekan suhu tubuh. Setelah itu baru diperbolehkan masuk ke kelas, dengan sistem tempat duduk yang menjaga jarak.

Kepala Sekolah SMPN 1 Brebes, Dharma Suhaeri mengatakan, dalam uji coba PTM itu sekolahnya menerapkan sistem sift atau membagi dua jumlah siswa setiap kelasnya. Di hari pertama, pihaknya memprioritaskan kelas IX, karena mereka akan menghadapi ujian sekolah. Di hari selanjutnya, kelas-kelas yang lain. “Setiap harinya ada delapan kelas dengan jumlah siswa maksimal 117 anak yang masuk sekolah. Mereka mendapatkan pembelajaran selama 4 jam pelajaran. Setelah itu siswa kami pulangkan dan harus langsung pulang ke rumah,” jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan uji coba PTM itu mendapat respon positif, baik dari siswa dan para orang tuanya. Terbukti, para orang tua mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM tersebut. Di sisi lain, sekolah juga telah mempersiapkan semua sarana dan prasarana protokol kesehatan yang disyaratkan. Yakni, dari mulai tempat cuci tangan di setiap kelas, masker dan faceshield gratis bagi setiap siswa hingga pengecekan suhu tubuh. “Alhamdulillah baik siswa maupun orang tuannya antusias dengan adanya PTM ini. Setelah siswa selesai belajar, seluruh ruangan kami semprot desinfektas. Ini untuk sterilisasi ruangan belajar dan lingkungan sekolah,” sambungnya.

Berbeda dengan MAN Brebes, dalam penerapan uji coba PTM tersebut. Di sekolah itu, siswa yang diikutkan dalam uji coba tersebut harus memenuhi syarat tertentu. Di antaranya, siswa dalam kondisi sehat, artinya tidak sedang sakit seperti demam, batuk, flu atau pernah terkena Covid-19. Kemudian siswa yang berangkat sekolahnya tidak menggunakan angkutan umum, dan mendapat izin dari orang tua atau wali murid.

“Kami dalam uji coba ini memang memilih siswa yang memenuhi syarat. Yakni, dalam kondisi sehat, berangkat ke sekolah tidak menggunakan angkutan umum dan mendapat izin dari orang tua. Ada 6 kelas dalam uji coba PTM yang kami laksanakan ini, dengan jumlah siswa setiap kelasnya antara 12-15 anak. Mereka mulai mengikuti pembelajaran dari pukul 08.00-10.00,” terang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MAN Brebes, Eko Pujianto.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan menjelaskan, dalam pelaksanaan ujicoba PTM di wilayahnya ada empat sekolah yang ditunjuk. Jika uji coba itu berjalan baik dan tidak terjadi penyebaran virus, dimungkinkan PMT akan diperluas. “Hari ini uji coba PTM mulai kami laksanakan selama dua minggu ke depan. Bahkan, dalam uji coba ini ada penambahan satu sekolah, tetapi saat ini masih proses persiapan, dan mungkin akan dimulai besok (hari ini-red).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya menekankan kepada empat sekolah tersebut untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga pelaksanaan uji coba ini berjalan lancar dan tidak terjadi penularan. Parameternya di antaranya, protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik, ada dukungan orang tua dan siswa. “Setelah dua minggu PTM ini berjalan, nantinya akan kami evaluasi sejauh mana penerapan protokol kesehatannya. Kalau memang lancar, kami akan siapkan PTM berikutnya,” pungkasnya yang juga Sekretaris Tim Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes.

(T07-red)

BERITA LAINNYA