Take a fresh look at your lifestyle.

Tutup Saluran Irigasi, Dalam 15 Hari Harus Dibongkar

152
  • Untuk Akses Proyek Pembangunan Pabrik

BREBES – Pelaksana proyek pembangunan pabrik di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, harus melakukan pembongkaran saluran irigasi yang ditutupnya, dalam waktu 15 hari. Itu dilakukan sesuai dengan izin yang dikelurkan Dinas Pengairan Provinsi Jateng sebagai instansi yang berwenang.

“Kami kemarin sudah cek lapangan. Penutupan saluran itu harus sudah dibongkar dalam waktu 15 hari sejak kali pertama ditutup. Ini sesuai izin yang dikeluarkan,” Kabid Konservasi Sumber Daya Air Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Pemkab Brebes, Mulyadi.

Dia menjelaskan, saat cek lapangan pihaknya menemui pelaksaan proyek pembangunan pabrik. Dari keterangan pelaksana lapangan itu, tindakan menutup saluran sudah dikonsultasikan ke perwakilan Pengairan Provinsi Jateng di Brebes, yang kantornya di Kecamatan Ketanggungan. Hasil konsultasi itu, penutupan diizinkan hanya dalam waktu 15 hari dan harua sudah bongkar kembali. “Kemarin memang ada keluhan masyarakat dan aduan dari LSM. Makanya, kami cek lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait keberadaan saluran irigasi itu, pihaknya tidak mempunyai kewenangan. Sebab, kewenangannya berada langsung di Provinsi Jateng. “Kami cek lokasi selain adanya keluhan dan aduan, juga untuk mengingatkan pihak pelaksana proyek. Soal izin menjadi kewenangab provinsi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Proyek pembangunan pabrik di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kini dikeluhkan warga sekitar. Sebab, dalam pelaksanaan pembangunan untuk perluasan pabrik garmen itu, menutup saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian warga. Parahnya lagi, penutupan saluran irigasi tersebut warga juga tidak pernah diajak musyawarah.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA