Take a fresh look at your lifestyle.

Tuntaskan Buta Aksara, Dindik Terjunkan 116 Relawan

187

PEKALONGAN – Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menerjunkan 116 relawan pendidikan untuk menuntaskan buta aksara.

Para relawan itu akan mengajar para penyandang buta aksara membaca dan menulis. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso menjelaskan, berdasarkan pendataan warga usia 15-59 tahun, terdapat 162 wargapenyandang buta aksara di Kota Pekalongan.

Mereka tersebar di empat kecamatan. “Di Kecamatan Barat 38 orang, Kecamatan Pekalongan Selatan 7 orang,Kecamatan Pekalongan Timur  27 orang dan paling banyak di KecamaranPekalongan Utara 90 orang,” paparnya pada Launching Pengentasan Buta Aksara di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (18/7).

Soeroso mengatakan, dari jumlah tersebut, 60 di antaranya telah
dinyatakan lulus Program Keaksaraan Dasar atau bebas buta aksara dan
menerima surat keterangan melek aksara (Sukma). Sehingga masih tersisa
102 orang. Sebanyak 102 penyandang buta aksara itu tersebar di 21 kelurahan. Sementara enam kelurahan lainnya sudah nol buta aksara. Yakni Kelurahan Sapuro Kebulen, Kuripan Kertoharjo, Buaran Kradenan, Banyurip, Gamer dan Padukuhankraton. “Tahun ini akan dilakukan pengentasan buta aksara sehingga Kota Pekalongan zero buta
aksara,” sambungnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Pendidikan mengajak guru-guru sebagai
relawan untuk membantu mengentaskan buta aksara. “Keinginan guru untuk ikut membantu dalam pengentasan buta aksara ternyata sangat besar. Dari 102 penyandang buta aksara yang akan dientaskan, yang daftar
sebagai relawan pendidikan 116 orang. Mereka ingin ikut memikul
sebagian tanggung jawab pemerintah dalam menuntaskan buta aksara,”
paparnya.

Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz menargetkan tahun ini Kota
Pekalongan bebas dari buta aksara. “Tahun ini harus nol persen.
Sehingga pada tahun 2020 kita bisa berbangga diri karena sudah bebas
buta aksara,” harapnya.

Menurut dia, buta aksara harus diberantas karena buta aksara salah
satu faktor penghambat kualitas sumber daya manusia. Namun untuk
melaksanakan program pemberantasan buta aksara, lanjut dia, pemerintah
tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan peran aktif dari berbagai
pihak. Salah satunya relawan pendidikan. Karena itu, ia mengapresiasi
para guru yang berkontribusi dalam pengentasan buta aksara di Kota
Pekalongan.

(nana/ red38)

BERITA LAINNYA