Take a fresh look at your lifestyle.

Tracking Covid-19, 25 Warga di Brebes Jalani Rapid Test Hasilnya Negatif

- Terkait Pemudik Positif Kabur dari RS Jakarta

249

BREBES – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, melakukan tracking menyusul adanya seorang pemudik asal Kecamatan Tanjung yang positif virus korona, Rabu (27/5). Sebanyak 25 warga yang diduga pernah berkontak dengan pasien dilakukan rapid test, dalam tracking tersebut. Hasilnya, kesemua warga yang di rapid test negatif Covid-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemudik yang terkonfirmasi positif virus korona (Covid-19) asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes nekat pulang kampung. Ia pun terpaksa dijemput tim medis untuk di bawa ke RSUD Brebes, Sabtu (23/5) malam lalu. Penjemputan itu dilakukan menyusul adanya laporan, jika yang bersangkutan telah dinyatakan positif oleh salah satu Rumah Sakit (RS) di Kemayoran, Jakarta. Parahnya lagi, yang bersangkutan diketahui kabur saat dikarantina di rumah sakit tersebut, dan pulang kampung halamannya di Kecamatan Tanjung.

“Hari ini dalam upaya tracking, kami melakukan rapid test terhadap 25 orang. Alhamdulilah hasilnya negatif semuanya,” ujar Tim Gugur Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Tanjung, drg Adhi Supriadi, yang juga Kepala Puskesmas Tanjung.

Dia mengatakan, warga yang di rapid test merupakan keluarga pasien positif dan tetangga atau warga sekitar, yang pernah kontak. Mereka nantinya akan dilakukan rapid test ulang setelah tujuh hari kedepan. Mengingat, setelah 15 hari terjadi kontak dengan pasien positif, sensitifitas rapid test bisa mencapai 15 hari. “Khusus keluarga ini, rapid test kali ini merupakan yang kali kedua, dan hasilnya negatif. Sebelumnya mereka juga sudah di rapid test dengan hasil negatif,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain keluarga inti dari pasien positif, warga yang tercatat pernah melakukan kontak langsung dengan pasien juga di rapid test. Sebab, sebelum di rawat di RSUD Brebes, pasien positif itu sempat tinggal di rumah dan berkomunikasi dengan warga sekitar. “Kami minta warga yang di rapid test ini tetap menjaga kesehatan dan melakukan isolasi mandiri di rumah,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA