Take a fresh look at your lifestyle.

Tolak Pembongkaran, Pedagang Nekat Panjat Tower

166

TEGAL – Seorang pedagang di kawasan Stasiun Tegal nekat memanjat tower setinggi kurang lebih 40 meter, lantaran menolak pembongkaran yang dilakukan PT KAI, Selasa (3/3) siang. Sejumlah bangunan kembali dibongkar menggunakan dua alat berat yang didatangkan sejak Senin kemarin.

Proses pembongkaran mendapat penolakan dari pedagang dan warga yang menghuni di Jalan Kolonel Sudiarto, Kelurahan Panggung. Mereka sempat terlibat aksi saling dorong dan adu mulut. Bahkan, sejumlah warga nekat menghalangi alat berat yang akan membongkar rumah kios.

Meski begitu, pembongkaran tetap dilakukan dengan penjagaan ketat dari beberapa unsur, mulai dari Polisi khusus Kereta Api (Polsuska), Satpol PP, anggota Kepolisian dari Polres Tegal Kota, Polres Tegal, Polres Pemalang dan Brimob Pekalongan.

Salah seorang pedagang yang diketahui bernama Yuli, menolak dengan tegas proses pembongkaran tersebut. Dirinya menilai, aksi tersebut tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Sebagai bentuk protes, dia kemudian nekat memanjat sebuah tower yang berada di Jalan Kolonel Sudiarto secara diam-diam.

Sejumlah petugas, termasuk suami dan pedagang lain kewalahan membujuk Yuli untuk turun dari tower. Dia kemudian meminta Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono untuk datang ke lokasi pembongkaran. Selang beberapa jam kemudian, Wali Kota memenuhi permintaan Yuli dan dia berhasil diturunkan dengan selamat.

“Dia sedikit depresi, karena merasa kehilangan mata pencaharian. Namun, kami bisa memberikan solusi dengan merelokasikan ke tempat yang lain,” kata Dedy Yon di Stasiun Tegal.

Menurutnya, dari hasil kesepakatan, para pedagang eks-Taman Pancasila akan direlokasi ke sebuah lahan seluas 2.000 meter persegi di dekat Pasar Malam. Selama kurang lebih enam bulan, pedagang akan ditempatkan di lokasi tersebut, sembari menunggu proses pembangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera).

Sebab, sambung Wali Kota, lokasi di samping RM Dewi tidak bisa disewa karena pemilik tanah akan membangun gedung pertemuan di tempat tersebut. Untuk itu, pihaknya akan membangunkan Pujasera di kawasan Alun-alun, tepatnya di sebelah barat Gedung Mulya Damai.

Diketahui, penertiban di kawasan Taman Pancasila menyasar 67 bangunan semi permanen dengan luas tanah 520,6 meter persegi. Sementara di depan gedung Birao terdapat 44 bangunan terdiri dari 19 bangunan semi permanen dan 25 bangunan permanen dengan luas tanah 785.3 meter persegi. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA