Take a fresh look at your lifestyle.

Tol Tak Surutkan Bisnis SPBU di Pantura

188

SLAWI – Keberadaan Tol Trans Jawa di wilayah pantura Kabupaten Tegal tidak menyurutkan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU). Pasalnya, masih banyak kendaraan yang tetap menggunakan jalur pantura. Terpenting, fasilitas SPBU komplit dan nyaman untuk istirahat pengendara.

“Saat ini, pelayanan terhadap konsumen lebih diutamakan. Terutama, fasilitas toilet yang banyak dibutuhkan masyarakat,” kata Direktur PT Retno Muda, Bernardus Suharto Kusumowidagdo saat konferensi pers Golden Anniversary Celebrating 50 Years Of PT Reno Muda di SPBU MURI Damyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu petang (20/7).

Dikatakan, jalan tol Trans Jawa yang sudah beroperasi sejak setahun silam, tidak membuat jalan pantura sepi. Hal itu dikarenakan masih banyak kendaraan, terutama kendaraan besar yang tetap memilih melalui jalan pantura. Kondisi itu membuat SPBU wilayah pantura tetap bisa mendapatkan rejeki.

“Walaupun demikian, tapi SPBU wilayah pantura harus berinovasi. Yang dulu SPBU dikunjungi tamu luar kota, sekarang harus mulai menfasilitasi tamu dekat,” terang Bernardus.

Selain itu, lanjut dia, berinovasi yang dilakukan PT Retno Muda selaku pengelola SPBU MURI Tegal, yakni mengembangkan sayap usahanya ke layanan rest area di Jalan Tol. Lokasinya berada di Kilometer 228 Tol Kanci-Pejagan. Rest area di tol itu juga dilengkapi ratusan toilet bersih. Menurutnya, jumlah toilet di sana merupakan terbanyak di dunia. Jumlahnya ada 308 toilet. Terdiri dari 225 toilet kamar mandi dan 83 toilet urinal.

“Itu yang bilang MURI (Museum Rekor Indonesia) loh. Nah ini kami sedang mendaftarkan ke Guinnes Book Word Record, untuk memastikan bahwa toilet di rest area kami paling banyak,” terang Bernandus.

Ditambahkan, dengan dasar dan pengalaman masa lalu ia mendaftarkan ke Guinness World Records. Sekarang sedang register GWR, “Ini proses kirim dokumen yang diminta,” kata Bernard. (Wiwit-red64)

BERITA LAINNYA