Take a fresh look at your lifestyle.

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Muslimat Gelar Diskusi Publik

115

KAJEN- Guna meningkatkan layanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan seperti puskesmas, Muslimat NU Kabupaten Pekalongan menggelar diskusi publik Peran OMS dalam Perbaikan Pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut, digelar di Rumah Makan Tengkleng Pekajangan yang dihadiri oleh sejumlah orgnisasi kemasyarakatan Kamis (28/8).
Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Sumarwati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menggali berbagai informasi mengenai permasalahan atau kendala layanan kesehatan terutama puskesmas agar menemukan solusi, sehingga masyarakat memperoleh layanan dengan prima.
“Untuk menggali informasi mengenai permasalahan layanan kesehatan puskesmas ini, kami juga mengundang pemateri Ketua LSM Tirai Kabupaten Pekalongan, M Mustajirin dan Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Masnunah. Dalam kesempatan ini, diulas bagaimana peran organisasi masyarakat sipil dalam perbaikan pelayanan puskesmas di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Dijelaskannya, program kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama atau dukungan dari FHI 360. FHI 360 (sebelumnya Family Health International ) adalah organisasi pengembangan manusia nirlaba yang berbasis di North Carolina. FHI 360 melayani lebih dari 70 negara dan semua negara bagian dan teritori AS.

“Organisasi ini telah lama menangani proyek-proyek yang berkaitan dengan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Pada tahun 1986 organisasi tersebut memulai tanggapan dunia terhadap HIV / Aids. Penelitian dan program FHI juga menangani malaria , tuberkulosis , dan penyakit menular dan kronis lainnya dan lembaga internasional, pemerintah, yayasan, lembaga penelitian, dan donor perorangan,” terang dia.
FHI 360 mengundang Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) untuk mengajukan permohonan kerjasama (request for application) menjadi mitra utama (lead partner) dari program Madani di Kabupaten Pekalongan dalam hal ini PC Muslimah NU Kabupaten Pekalongan.
“Mitra utama akan mendapatkan dukungan untuk menyelenggarakan simpul belajar yang melibatkan pemangku kepentingan di setiap kota/kabupaten dan bantuan teknis dari para ahli. Madani adalah program lima tahun yang didukung USAID untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah dan keberagaman sosial di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas, legitimasi, dan keberlanjutan OMS di 32 kota/kabupaten di enam provinsi Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua NU Kabupaten Pekalongan Muslikh Khudhori dan Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan M Azmi Fahmi. (Siti Masithoh/red11)

BERITA LAINNYA